Kamis, 4 Juni 2026

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Wendi Sukmawijaya, Menyuarakan Normalisasi Saluran Irigasi

Photo Author
Kamil, Locusonline.co
- Selasa, 9 Juli 2024 | 13:51 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Wendi Sukmawijaya
Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Wendi Sukmawijaya

LOCUSONLINE, BANDUNG BARAT - Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Wendi Sukmawijaya, memberikan tanggapannya terkait normalisasi D.I Pasirangin melalui pengerukan yang diinginkan oleh para petani di Cipatat.

Menurut Wendi, pihaknya belum dapat mendukung anggaran untuk saluran DI Pasirangin di Kecamatan Cipatat karena keterbatasan anggaran Pokir (Pokok Pikiran).

Meskipun demikian, sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat yang berasal dari Kecamatan Cipatat, Wendi tidak tinggal diam terhadap kondisi saluran irigasi di wilayah tersebut.

"Ketika membahas dengan PUPR, kami selalu membicarakan normalisasi irigasi di Cipatat. Namun, saluran irigasi di Cipatat merupakan warisan zaman Belanda yang sudah tua dan sedimentasinya tebal, sehingga memerlukan biaya yang sangat besar untuk normalisasi," ungkapnya kepada wartawan pada Senin (8/7/2024).

Wendi juga menyatakan bahwa sebagai bentuk perhatian terhadap petani, ia selalu memperhatikan saluran irigasi tersier di beberapa desa di Kecamatan Cipatat seperti di Desa Rajamandala, Ciptaharja, dan Mandalasari.

Selama 5 tahun masa jabatannya, Wendi terus berupaya, namun terkendala oleh pandemi Covid-19 di 2 tahun pertama yang mengharuskan penanganan Covid-19 sebagai prioritas. Selanjutnya, kendala keuangan Pemda Kabupaten Bandung Barat juga menjadi hambatan.

Untuk mengatasi hal ini, Wendi mengklaim sedang berkomunikasi dengan anggota DPR RI untuk menggunakan dana dari APBN untuk penanganan irigasi di Kabupaten Bandung Barat.

"Nanti di RPJMD sekarang untuk memasukan pemeliharaan irigasi itu supaya ada cantolannya di RPJMD 5 Tahunan sehingga di setiap tahun kita bisa menganggarkan untuk normalisasi irigasi di Kabupaten Bandung Barat," tambahnya.

Terkait rencana PUTR untuk menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan sebagai tindakan sementara, Wendi menyarankan agar hal tersebut dikaji lebih lanjut untuk menghindari risiko yang mungkin timbul.

"Jangan lupa juga mengeruk sedimentasi tapi tidak berfikir ada resiko lain. Karena pasti setelah di keruk akan ada pondasi yang terbuka malah nanti akan terjadi longsoran. Jadi sebelum menurunkan alat berat lebih baik di kaji dulu," ujarnya.

Pewarta: Kamil

Editor: Red

Editor: Kamil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X