Kamis, 4 Juni 2026

Pj. Bupati Garut Mengapresiasi Program TJSL PLN dalam Pengembangan Edu Wisata Perlebahan Gunung Guntur

Photo Author
locusonline, Locusonline.co
- Rabu, 10 Juli 2024 | 20:09 WIB
Acara Soft Launching Rumah Pengemasan Madu dan Penyerahan Bantuan dari PLN Group, di Edu Wisata Perlebahan Gunung Guntur, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler
Acara Soft Launching Rumah Pengemasan Madu dan Penyerahan Bantuan dari PLN Group, di Edu Wisata Perlebahan Gunung Guntur, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler

LOCUSONLINE, GARUT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memberikan apresiasi kepada PLN Group atas kontribusi melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dalam pengembangan Edu Wisata Perlebahan Gunung Guntur. Bantuan ini dianggap sangat berarti bagi kelangsungan usaha di Desa Pasawahan.

“Kami berterima kasih kepada PLN. Semoga kesuksesan terus menyertai, dan semangat masyarakat di sini semakin tinggi dalam budidaya perlebahan. Edu wisata ini dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai madu,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, setelah menghadiri acara Soft Launching Rumah Pengemasan Madu dan Penyerahan Bantuan dari PLN Group, di Edu Wisata Perlebahan Gunung Guntur, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Selasa (9/7/2024).

Barnas juga turut mengamati proses pengolahan madu yang dilakukan dengan cepat, tepat, higienis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia berharap potensi ini terus dikembangkan, dengan menjaga kualitas dan kehalalan produk.

“Ini bukan awal, tetapi tahapan yang harus terus dilanjutkan. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha harus bersatu untuk melanjutkan apa yang diharapkan," tambahnya.

General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Susiana Mutia, menjelaskan bahwa program TJSL PLN adalah program berkelanjutan. Edu Wisata Perlebahan Gunung Guntur telah melalui serangkaian tahapan TJSL selama bertahun-tahun dan diharapkan dapat mencapai kemandirian.

"Kemandirian adalah tujuan kami, dan kami telah melihat sedikit keuntungan, dengan tambahan produk baru, diharapkan Desa dapat mandiri, mengelola sendiri, dan menjadi usaha mandiri,” ujar Susiana.

Ia juga menyebut bahwa Edu Wisata Perlebahanung Guntur telah meraih penghargaan Gold dalam Indonesia SDGs Award (ISDA) 2023 untuk kategori Pengembangan SDGs 8.9 Pariwisata Lokal Berkelanjutan.

"Ini adalah bukti nyata bahwa program ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat," tambahnya.

Ketua Yayasan Buana Hijau Sejahtera, Yudi Risnayadi, menjelaskan bahwa lokasi Edu Wisata Perlebahan Gunung Guntur sebelumnya merupakan bekas area pertambangan pasir. Pada tahun 2021, dilakukan rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon, menjadikan kawasan ini sebagai desa wisata yang strategis. Ia menyebut kegiatan ini sebagai restorasi lahan atau pengembalian fungsi lahan.

"Dilihat dari rencana tata ruang Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat, ini adalah kawasan pariwisata strategis di Kabupaten Garut," ucap Yudi.

Dengan beberapa faktor tersebut, lanjut Yudi, pihaknya merencanakan pembangunan Edu Wisata Perlebahan Gunung Guntur, dengan salah satu alasannya adalah potensi pakan lebah yang luar biasa di lokasi tersebut.

“Alhamdulillah, pada 2022-2023 kami menerima bantuan dari PLN, dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat," ungkapnya.

Pewarta: Suradi

Editor: Red

Editor: locusonline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X