LOCUSONLINE, PURWAKARTA - Pentingnya Berpikir Kritis dan Bijaksana dalam Menghadapi Realita Sosial: Lia (55), seorang warga Purwakarta, menekankan pentingnya kualitas pendidikan yang baik untuk menumbuhkan kesadaran dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi realita sosial. Hal ini disampaikannya kepada media di area Situ Buleud, Jumat (27/9/2024).
Lia menyinggung maraknya fenomena orang-orang yang memanfaatkan situasi dan kondisi warga awam untuk meraih keuntungan pribadi. Ia juga menyoroti kecenderungan masyarakat untuk berharap bantuan dari orang lain, terutama melalui media sosial atau informasi yang tidak terverifikasi.
"Banyak warga awan berharap mendapat bantuan dari sesama manusia yang dikenal melalui digital atau sekedar dari katanya atau informasi dari mulut ke mulut, ada pula karena tontonan langsung yang menyajikan berbagai cerita suka duka atau dilema dengan rencana solusi yang tidak semudah membalik telapak tangan," ungkapnya.
Lia mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan bijaksana dalam menyikapi informasi dan harapan instan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua yang terlihat di media sosial atau di televisi dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata.
"Keinginan atau harapan yang instan setelah melihat dari sebuah tontonan, ada orang lain yang diberi seolah warga lainnya akan diberikan juga dari sesama manusia yang terlihat dermawan, nampaknya saat ini tidak aneh lagi, kedepan harus diberikan pemahaman kepada warga agar tidak perlu lagi berharap seperti dari tontonan atau kabar informasi dari orang lain," katanya.
Lia menekankan pentingnya untuk belajar dari orang-orang yang sukses dan berderma, tetapi tetap kritis dan tidak mudah terbuai oleh janji-janji manis. Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang dermawan memiliki kemampuan untuk membantu semua orang.
"Dermawan yang memberi kepada satu dua atau sekelompok orang yang terlihat di suatu acara atau layar media apapun tidak selalu bisa memenuhi harapan semua pada saat bersamaan, manusia tidak lepas dari kekurangan, siapapun itu, anggaplah Dermawan itu memberi contoh indahnya berbagi dan kesempatan perbaikan atau meringankan beban untuk sesama yang sedang kesulitan dari kelebihannya Dermawan tadi ," terang warga tersebut.
Lia mengajak masyarakat untuk bersyukur atas nikmat yang ada, sabar, dan bijaksana dalam menghadapi realita sosial. Ia juga menekankan pentingnya saling mengingatkan dan mendukung untuk meraih kesejahteraan yang lebih merata.
"Kita bahagia tidak selalu dengan materi dan kedudukan yang terlihat, hati yang tulus ikhlas bersyukur atas pemberian pencipta segalanya saat ini, harus dijaga dan dikembangkan agar indah dan nyaman terasa dilingkungan manapun kita berada, bersama sesama manusia yang menghargai keberadaan sesamanya, dengan cinta kasih tanpa pamrih," ungkapnya.
Pewarta: Laela
Editor: Bhegin