Kamis, 4 Juni 2026

Perumda Tirta Intan Garut Undang Kejaksaan, Pj Bupati, Ketua DPRD dan Unsur Muspida Garut

Photo Author
locusonline, Locusonline.co
- Jumat, 4 Oktober 2024 | 16:59 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, S.Pd berfoto bersama dengan Dirut Perumda Tirta Intan, Dr. H. Aja Rowikarim, beserta Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Tirta Intan serta puluhan Kepala Cabang dan karyawan di Fave Hotel Garut, Jumat (04/10/2024).
Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, S.Pd berfoto bersama dengan Dirut Perumda Tirta Intan, Dr. H. Aja Rowikarim, beserta Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Tirta Intan serta puluhan Kepala Cabang dan karyawan di Fave Hotel Garut, Jumat (04/10/2024).

LOCUSONLINE.CO, GARUT - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Intan Kabupaten Garut, mengundang sejumlah pejabat tinggi di wilayah hukum Pemerintah Kabupaten Garut ke Fave Hotel, Jl. Cimanuk Kabupaten Garut.

Namun pejabat yang diundang sebagian mewakilkan kehadirannya kepada sejumlah pejabat, kecuali Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, S.Pd. Politisi yang baru saja dilantik sebagai Ketua DPRD definitif ini hadir langsung memenuhi undangan tersebut.

Kehadiran sejumlah pejabat ini langsung disambut Direktur Utama (dirut) Perumda Tirta Intan, Dr. H. Aja Rowikarim dan seluruh jajaran direksi serta Ketua Dewan Pengawas, H. Dadang Supriadi.

Lalu, apa maksud undangan tersebut? Dirut Perumda Tirta Intan, Aja Rowikarim mengatakan, pihaknya sengaja mengundang seluruh pimpinan Muspida Kabupaten Garut guna menghadiri kegiatan pengarahan dan pembinaan pegawai Perumda Tirta Intan Kabupaten Garut.

"Kegiatan ini sebagai upaya kami dalam meningkatkan penguatan pelayanan Perumda Tirta Intan menghadapi musim kemarau," papar Aja Rowikarim, usai pelaksanaan kegiatan, Jumat (04/10/2024) di Fave Hotel Garut.

Melalui kegiatan ini, Aja Rowikarim berupaya untuk menguatkan tanggung jawab Sumber Daya Manusia (SDM) PDAM yang memiliki fungsi pelayanan dan bisnis. Sehingga, warga menerima pelayanan air bersih dan air minum dengan memenuhi unsur K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja).

"Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan, kami dituntut untuk terus berinovasi. Kami berkewajiban memberikan yang terbaik bagi pelanggan dan masyarakat secara luas. Maka tentu, kita akan selalu melakukan gerakan agar upaya itu bisa dilaksanakan dengan baik," terangnya.

Terlebih, ujar Aja Rowikarim, memasuki musim kemarau, debit air tentu akan mengalami penyusutan. Untuk itu, semua pihak di perusahaan ini harus melakukan upaya agar pelayanan tetap dilaksanakan dengan baik.

"Di musim kemarau debit air akan berkurang, tetapi penyaluran air bersih ke masyarakat harus tetap lancar. Untuk mengatasi masalah yang akan kita hadapi, maka kita meminta pengarahan kepada Pemkab Garut, sehingga semua jajaran Perumda Tirta Intan bisa tetap memberikan pelayanan terbaiknya kepada semua konsumen," jelasnya.

Selain pelayanan harus tetap prima, perusahaan juga dituntut untuk tetap mendapatkan keuntungan, karena Perumda Tirta juga memiliki fungsi bisnis, sehingga perusahaan harus tetap sehat dan mendapat laba.

"Dalam menjalankan fungsi itu, tentu tidak bisa sendiri, PDAM sangat ketergantungan pada regulator pemerintah. Karena pelayanan dasar adalah urusan wajib pemerintah. Di daerah pemerintah ada bupati, DPRD, MusPida, yang tentunya sangat diharapkan oleh PDAM adalah arahan, petunjuk dan pembinaan, agar air PDAM bisa dinikmati oleh masyarakat Garut," terangnya.

Aja Rowikarim juga menjelaskan, pelayanan dasar adalah urusan wajib Pemerintah, sementara Perumda Tirta Intan sebagai operatornya harus mendapatkan Laba. Dari Laba PDAM ini nantinya dikontribusikan sebanyak 45 persen kepada Pemda Garut.

"Laba yang kami dapatkan, nantinya diserahkan kepada Pemkab Garut. Kami juga membayar sewa pajak yang tentu masuk pada pendapatan daerah. Laba yang diperoleh PDAM akan membantu PAD Garut," katanya.

Kendala dan Persiapan Perumda Tatkala Terjadi Perubahan Musim

Pada kesempatan itu, Aja Rowikarim mengatakan, PDAM sebagai operator yang menjalankan regulator dari pemerintah, sangat ketergantungan pada alam, karena air milik Allah yang dialirkan oleh usaha manusia dengan biaya yang sangat besar.

"Proses mengalirkan air yang kami lakukan ini membutuhkan biaya yang sangat besar dan harus beradaptasi dengan berbagai cuaca yang ekstrim seperti musim hujan," tandasnya.

Baik musim hujan maupun musim kemarau, jelas Aja, PDAM akan menghadapi berbagai kendala, maka tentu sebagai nahkoda di PDAM Garut, dirinya mengaku harus terus bekerja ekstra agar setiap masalah bisa diatasi dengan baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa terlaksana tanpa kendala.

"Di musim kemarau, debit air bisa berkurang. Sedangkan di sumber hujan, sarana dan prasarana penyaluran air yang terpasang bisa rusak karena longsor atau banjir. Ini semua harus diketahui oleh semua pihak, sehingga bisa saling memahami bagaimana kami harus bekerja ekstra," imbuhnya.

Aja menambahkan, pada musim kering, aliran air dari sumber air akan menurun. Kondisi ini harus disikapi dengan kesabaran dan keahlian khusus yang harus secara terus menerus dipelajari tanpa henti.

"Arahan dan pembinaan serta petunjuk dari semua nara sumber ini yang kami butuhkan. Kami membutuhkan bimbingan agar niat baik kita malah berujung dengan masalah," papar Aja.

Aja berharap arahan dari Ketua DPRD Garut, Bupati dan Kejaksaan Negeri Garut bisa membantu Perumda Tirta Intan agar bisa memberikan kepuasan kepada masyarakat dan Pemerintah.

"Kami yakin dan percaya, arahan dari para narasumber bisa membuat PDAM mampu menjalankan pelayanan dan bisnisnya dengan baik," pungkasnya.

Nampak di lokasi acara, Pj. Bupati Garut, Barnas Adjidin diwakili oleh Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Agus Ismail, Kepala Kejari Garut, oleh Intelejen Kejari Garut, Bimo. (Asep Ahmad)

Editor: locusonline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X