Kamis, 4 Juni 2026

Kadis Perkim KBB Apresiasi Gerakan Swadaya FPL Garda Sarimukti, Ada 18 Ribu Rumah Tidak Layak Huni Belum Teratasi

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 16 Oktober 2024 | 09:57 WIB

LOCUSONLINE, BANDUNG BARAT - Kadis Perkim KBB Apresiasi Gerakan Swadaya FPL Garda Sarimukti; Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Kadis Perkim) Kabupaten Bandung Barat, Anni Roslianti, mengapresiasi gerakan Forum Peduli Lingkungan (FPL) Garda Sarimukti yang membangun rumah milik Abah Mukni yang sudah tidak layak huni di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Rabu, 16 Oktober 2024

"Saya atas nama pribadi serta selaku kepala dinas perumahan dan kawasan permukiman mengucapkan banyak terima kasih kepada FPL Garda Sarimukti atas swadaya memperbaiki Rutilahu," ungkap Ani saat dihubungi via WA.

Anni mengatakan bahwa ia turut berkontribusi membantu gerakan pembangunan Rutilahu yang digagas FPL Garda Sarimukti, meskipun tidak seberapa. Kadis Perkim KBB Apresiasi Gerakan Swadaya FPL Garda Sarimukti.

"Tidak seberapa dan mungkin tak ada artinya yang bisa saya bantu secara pribadi. Mudah-mudahan kedepan bisa membantu lebih optimal," jelasnya.

Anni mengharapkan agar ada forum-forum lain atau kelompok masyarakat yang berbuat hal serupa seperti FPL Garda Sarimukti.

"Kami mengharapkan ada forum-forum swadaya di wilayah lain yang berbuat kebaikan seperti FPL garda Sarimukti," ujarnya.

Anni menjelaskan bahwa target penanganan Rutilahu dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2023 Kabupaten Bandung Barat adalah sekitar 24 ribu rumah. Namun, sampai tahun 2024 baru sekitar 6400 rumah yang tertangani, dengan bantuan dari pusat dan provinsi. Artinya, masih ada sekitar 18 ribu rumah yang belum tertangani.

Anni mengatakan bahwa pada tahun 2023 ada 233 Rutilahu yang ditangani, tahun 2024 mengalami penurunan menjadi 195 Rutilahu, dan tahun 2025 hanya teranggarkan 170 Rutilahu, meskipun besaran per unitnya naik dari Rp 15 juta menjadi Rp 20 juta.

Anni menjelaskan bahwa penurunan jumlah program Rutilahu di tiap tahunnya mungkin disebabkan oleh adanya program lain yang lebih prioritas.

"Mungkin berdasarkan pertimbangan TAPD ada program kegiatan lain yang lebih prioritas daripada program kegiatan bansos rutilahu. Sehingga dari tahun ke tahun jumlah penanganan rutilahu semakin menurun jumlah unitnya," pungkasnya.

Pewarta: Kamil

Editor: Bhegin

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X