Kamis, 4 Juni 2026

Mantan Wartawan Purwakarta Prihatin: Oknum Mengaku Wartawan Ikut Kampanye dan Berpihak, Menciderai Profesi Jurnalistik

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Sabtu, 19 Oktober 2024 | 17:59 WIB

LOCUSONLINE, PURWAKARTA - Mantan Wartawan Purwakarta Prihatin: Cucu, mantan wartawan di Purwakarta, mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya oknum yang mengaku wartawan namun terlibat dalam kegiatan kampanye dan berpihak pada pasangan calon tertentu. Ia menilai perilaku tersebut menciderai profesi jurnalistik yang seharusnya independen dan tidak berpihak.

"Apakah oknum wartawan tadi lupa atau tidak ingat UU Pers berlaku? Dulu saya juga wartawan dan punya banyak teman wartawan. Kami selalu belajar dan memahami pentingnya pers yang independen dan tidak berpihak. Lalu apa jadinya negara ini kalau ada oknum yang mengaku wartawan tapi perilakunya seperti penjilat sana sini? Sungguh miris kenyataan sekarang terjadi di Purwakarta," ujar Cucu.

Cucu mengakui bahwa tidak semua wartawan berperilaku seperti itu, namun fakta yang terjadi di lapangan membuatnya prihatin. Ia mengingatkan bahwa perilaku oknum tersebut akan menciderai profesi wartawan di mata masyarakat.

"Ini tidak elok di dengar dan sejarah dalam digital yang berkelanjutan akan dilihat generasi selanjutnya. Ini memperlihatkan kalau ternyata fakta ada yang tidak sesuai aturan dan menciderai profesi yang seharusnya di junjung tinggi dan dijaga agar tugas mulianya berjalan dengan baik," jelasnya.

Cucu berharap agar para wartawan bekerja dengan lebih tulus, adil dan bijaksana. Ia mengingatkan bahwa tugas mulia wartawan adalah mencari dan menyebarkan informasi yang benar dan akurat, bukan untuk mendapatkan materi atau fasilitas dari pihak tertentu.

"Faktanya, ada oknum wartawan yang kedengarannya banyak berusaha hanya untuk income atau pemasukan untuk pribadinya, sementara pekerjaannya tidak diselesaikan. Sepertinya gagah dengan mereka yang punya jabatan dan kekuasaan, sementara dengan warga yang sangat membutuhkan sekedar beras seolah tidak begitu peduli. Banyak warga cuma bisa gigit jari melihat yang mendapat bantuan beras, jadi tolong, tolong, tolong kenali kami agar kami warga miskin di dengar pihak terkait untuk mendapatkan haknya. Intinya bantuan Pemerintah harus tepat sasaran," harapnya.

Cucu juga menyoroti masalah kesenjangan sosial yang terjadi di Purwakarta, dimana warga mampu mendapatkan bantuan beras sementara warga miskin tidak. Ia berharap agar para wartawan bisa menyalurkan suara warga miskin agar mendapatkan keadilan.

"Bagaimana tidak menyakitkan, orang kaya punya perusahaan lancar, punya tempat tinggal, punya kendaraan motor dan mobil tapi dapat bantuan beras. Memang kenyataan warga mampu banyak yang antri juga mendapat bantuan beras, yang susah belum mendapatkan. Ini kan sudah berlangsung lama, coba pikir mau sampai kapan begini kalau tidak ada yang benar-benar bekerja termasuk mereka yang mengaku wartawan. Tolonglah sampaikan keinginan kami untuk mendapat keadilan," ucapnya dengan berurai air mata.

Cucu menekankan bahwa wartawan seharusnya berperan sebagai sosial kontrol yang independen dan tidak memihak, sesuai UU Pers Nomor 40 tahun 1999. Ia juga mengingatkan tentang pentingnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai Pancasila, sila ke lima.

Cucu berharap agar DPRD Kabupaten Purwakarta bisa melakukan upaya agar program bantuan pemerintah bisa tepat sasaran dan masyarakat mendapatkan haknya.

Pewarta: Laela

Editor: Bhegin

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X