Kamis, 4 Juni 2026

Kasus Pembunuhan di Lebak Bulus Dorong Refleksi, Prof. Romi: Remaja yang dalam Pencarian Jati Diri Perlu Dukungan Lingkungan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 3 Desember 2024 | 18:38 WIB
Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)

LOCUSONLINE, JAKARTA - Kasus Pembunuhan di Lebak Bulus Dorong Refleksi: Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi, yang akrab disapa Romi, menekankan pentingnya dukungan lingkungan dalam masa pencarian jati diri pada remaja yang sedang di masa peralihan ke dewasa.

Dilansir dari ANTARA, Prov Romi mengatakan ada banyak masalah yang harus diselesaikan oleh remaja juga untuk merasa jiwanya atau dirinya menjadi lebih oke.

"Saat seperti ini sedang meraba-raba, maka mereka mengalami masalah dalam hal untuk beradaptasinya juga, ada banyak masalah yang harus diselesaikan oleh remaja juga untuk merasa jiwanya atau dirinya menjadi lebih oke," kata Romi kepada ANTARA, Selasa. 3 Desember 2024

Romi menjelaskan bahwa pada masa ini, remaja mengalami masa sulit dalam hal perkembangan kognitifnya yang terkadang tidak berimbang dengan pertumbuhan fisiknya. Hal ini menyebabkan remaja bisa mengalami kecemasan dalam beradaptasi pada masa peralihan menjadi dewasa.

"Pada waktu ini perlu tanggung jawab menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya untuk mencari teman berkumpul, mencari kemungkinan-kemungkinan untuk bisa mengidentitaskan dirinya apa, makanya dia kadang-kadang menggunakan identitas dari kelompok musik dan sebagainya," kata Romi.

Romi juga membahas kasus pembunuhan oleh remaja terhadap ayah dan neneknya di Lebak Bulus. Ia mengatakan bahwa remaja juga bisa saja mengalami halusinasi karena kesalahan persepsi yang ia terima dari lingkungan sehingga menyebabkan remaja melakukan tindakan tidak rasional.

"Halusinasi juga terjadi kalau misalnya anak demam tinggi, atau kalau halusinasi itu misalnya karena ada stres yang berdampak kepada depresi, ada sesuatu yang dia rasakan atau cemaskan misalnya, kan kita enggak pernah tahu," katanya.

Romi menekankan bahwa perasaan cemas yang berujung tindakan negatif belum tentu terjadi pada setiap remaja, namun karena perkembangan kognitifnya yang masih di masa antara anak-anak dan menuju dewasa. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap perkembangan mental remaja dan peran lingkungan dalam mendukung mereka.

Editor: Bhegin

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X