Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Suara PNS Terbungkam Toxicitas Lingkungan Kerja, Nyawa Seorang Guru di Pangandaran Melayang

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Senin, 16 Desember 2024 | 21:14 WIB

LOCUSONLINE, GARUT - Ketika Suara PNS Terbungkam Toxicitas: Kisah pengunduran diri seorang PNS dan meninggalnya seorang Guru di Pangandaran membuat prihatin seorang konten kreator asal Bandung, di akun TikTok @husen_ar yang diposting ulang akun @law_office_asep_apdar, Husen membeberkan keprihatinannya.

"Assalamualaikum, nama saya Husein. Sudah lama saya tidak membuat video speak up, tapi hari ini saya kembali memakai seragam ini. Bukan karena saya kembali menjadi PNS, tapi karena saya ingin berbicara tentang dua kasus yang membuat saya prihatin: Hendra Brudy dan Dindin," ucapnya.

Lebih lanjut Husen menyebutkan Hendra Brudy, seorang PNS yang cerdas, memilih untuk keluar dari sistem karena lingkungan kerjanya yang toxic. Kisah Dindin, seorang PNS di Pangandaran, bahkan lebih menyayat hati. Kematiannya yang diduga tidak wajar membuat keluarganya berduka dan bertanya-tanya.

"Kisah Dindin mengingatkan saya pada pengalaman pribadi saya sebagai perantauan. Saya, seperti Dindin, merantau ke Pangandaran untuk menjadi PNS. Dindin adalah PNS yang berprestasi, dipercaya memegang dana BOS dan menjadi ketua olahraga di kecamatannya. Namun, dia sering bercerita tentang rasa iri dan ketidaksukaan yang dia terima dari rekan kerjanya karena prestasinya. Pengacara korban mengatakan bahwa di kosannya ditemukan banyak bercak darah," paparnya.

Husen juga mengatakan Polisi menyimpulkan bahwa Dindin meninggal karena menabrak diri ke kereta, padahal lukanya adalah luka tusuk dan sayatan benda tajam. Tubuhnya utuh, tidak ada bekas tertabrak kendaraan. Dindin juga pernah mendapat kata-kata yang sama seperti yang pernah saya terima.

"Harusnya PNS di sini hanya orang sini saja, jangan ada orang lua, pengalaman perantauan memang cukup toxic bagi saya," ungkapnya.

Menyikapi Hendra Brody, Husen mengungkapkan Hendra Brudy memilih resign dari PNS karena lingkungan yang toxic, dari kepala sekolah, guru senior, dan lainnya. Padahal, Hendra adalah sosok yang berprestasi dan banyak memberikan konten edukatif tentang cara mengajar.

"Saya mengerti alasan dia resign. Yang tidak saya mengerti adalah banyak guru PNS yang membuat konten dan mengatakan bahwa semua pekerjaan memiliki toksisitas dan bahwa setelah resign tidak akan menjadi apa-apa. Itu bohong! Berlian, mau ditanam di mana pun, tetap akan menjadi berlian. Hendra terus membuat karya dan konten yang bagus, dan saya akan mendukungnya 100%," bebernya.

Husen menegaskan keputusan untuk keluar dari PNS, baik Hendra maupun Dindin, adalah pilihan pribadi yang harus dihormati. Mereka adalah individu yang berani melawan sistem yang tidak adil dan toxic. Keputusan ini tidak akan keluar dari para pecundang yang tidak berani berbicara.

"Mereka adalah bukti bahwa suara PNS tidak selamanya terbungkam," pungkasnya.

Postingan tersebut telah ditonton 14. 400 dengan komenan 775.

Editor: Bhegin

Sumber: Akun TikTok @law_office_asep_apdar

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X