Kamis, 4 Juni 2026

Program Makan Bergizi Gratis Menuai Kritik, Tata Kelola Dipertanyakan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 8 Januari 2025 | 09:45 WIB
Foto: Ilustrasi by Locusonline.co
Foto: Ilustrasi by Locusonline.co

LOCUSONLINE, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis Menuai Kritik: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah baru berjalan dua hari, namun sudah menuai kritik tajam dari publik. Berbagai keluhan muncul dari para penerima manfaat, mulai dari kualitas makanan yang kurang memuaskan hingga waktu pengantaran yang tidak tepat.

Dilansir adri CNN Indonesia. Salah satu kritik datang dari Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah. Ia menilai tata kelola program MBG masih belum jelas, terbukti dari belum adanya standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (Juknis) yang rigid.

"Masalahnya adalah tata kelola program ini. Sepertinya belum ada payung hukum yang jelas, peraturan teknisnya seperti apa, standar operasi prosedurnya apa, juklaknya," ujar Trubus.

Trubus juga melihat pelaksanaan awal program MBG seperti 'uji coba kebijakan yang diperluas'. Perencanaan yang belum matang berdampak pada persiapan infrastruktur yang masih terbatas. Contohnya, banyak keluhan mengenai pengantaran makanan yang mepet dengan jam pulang sekolah, menunjukkan kurangnya infrastruktur pendukung program ini.

Selain itu, Trubus menyoroti adanya penyeragaman menu makanan yang tidak sesuai dengan selera anak-anak. Ia menyarankan agar pihak sekolah melibatkan orang tua dalam proses pengadaan dan penyediaan makanan, agar lebih memahami selera anak-anak di sekolah tersebut.

"Banyak makanan datangnya sudah telat, kan harus ada perencanaan sejak awal sebenarnya. Kemudian selera anak tak sesuai. Nah yang memasak harusnya bukan pakai catering. Harusnya yang memasak itu orang tua dari anak-anak yang ada di situ, jadi misalnya PKK setempat yang ada disekitar sekolah itu, jadi dia memahami selera anak sekolah di situ," kata Trubus.

Program MBG yang menyedot anggaran Rp71 triliun di tahun 2025 ini, rencananya menyasar 3 juta anak. Namun, pada tahap awal, Badan Gizi Nasional (BGN) hanya menyediakan makanan untuk 600 ribu anak. Program ini telah tersebar di 190 titik di 26 provinsi di fase awal.

Kritik terhadap program MBG ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperbaiki pelaksanaan program ini ke depannya.

Editor: Bhegin

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X