LOCUSONLINE, GARUT - Sungai Cimanuk Murak Sisakan Lumpur: Banjir luapan Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah surut. Warga di pemukiman padat yang terkena dampak banjir kini tengah melakukan pembersihan. Meski tak ada korban jiwa, namun mereka mengalami kerugian harta benda, kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Banjir yang melanda wilayah Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Tarogong, Garut, Senin (27/1/2025) pagi, telah surut. Tinggal genangan air yang ada di dalam rumah-rumah warga saja yang saat ini sedang dilakukan pembersihan secara swadaya.
Banyak barang elektronik milik korban terdampak banjir yang harus dibuang karena rusak. Sementara perabotan rumah tangga seperti tempat tidur, kursi, dan lainnya masih bisa dijemur. Seluruh pengungsi yang semalam sempat meninggalkan rumah ke tempat aman sudah kembali ke kediamannya masing-masing. Namun, mereka disibukan dengan pembersihan sisa lumpur serta air kotor yang membasahi rumah mereka.
"Sudah kembali ke rumah semuanya. Memang semalam sempat mengungsi, tapi saat ini sudah pulang. Sedang bersih-bersih, ya seperti lumpur kan masuk ke rumah," kata Sasa, Ketua RT, Senin (27 Januari 2025).
Sasa juga menambahkan bahwa hampir mayoritas warga kehilangan barang elektronik karena rusak terendam banjir semalam. Ketinggian air di pemukiman mencapai 1,5 meter.
"Semalam kan terendam, ya tingginya 1,5 meter. Sekarang memang sudah surut. Untuk elektronik seperti televisi jelas dibuang karena rusak. Untuk tempat tidur, kursi, dan lainnya bisa dijemur," tambahnya.
Banjir luapan Sungai Cimanuk ini juga berdampak pada pelaku UMKM di wilayah ini. Barang dagangan mereka hilang karena hanyut terbawa arus banjir. Para UMKM korban terdampak banjir harus merintis usaha lagi dari nol.
"Barang dagangan habis, hanya sisa yang digantung seperti kopi dan ciki. Belum tahu kapan usaha lagi. Sekarang mau beresin tempatnya dulu," jelas Sri, pelaku UMKM terdampak banjir.
Tak ada laporan korban jiwa maupun korban luka. Namun, akibat banjir luapan Sungai Cimanuk yang menjadi langganan jika cuaca buruk selalu membuat warga kehilangan harta benda.
Pewarta: Ofik3rut
Editor: Bhegin