Kamis, 4 Juni 2026

Intimidasi Terhadap Siswa SMAN 7 Cirebon Usai Viral Kegagalan SNBP dan Pemotongan PIP

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Minggu, 16 Februari 2025 | 19:09 WIB
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

LOCUSONLINE, CIREBON – Intimidasi Terhadap Siswa SMAN 7: Sejumlah siswa SMAN 7 Cirebon mengaku mengalami intimidasi setelah viralnya kasus terhambatnya penginputan data SNBP dan pemotongan beasiswa PIP. Pihak sekolah mengakui adanya intimidasi dan telah mengambil langkah untuk mengatasinya.

Dilansir dari detik.com, Hari, orang tua siswa SMAN 7 Cirebon, mengungkapkan bahwa intimidasi verbal terjadi di kelas, dengan oknum guru mengatakan hal-hal yang tidak pantas kepada siswa yang tengah mengalami tekanan mental. "Di ruang kelas mengatakan kepada siswa yang sedang dalam kondisi mental down tentang persoalan yang terjadi di SMAN 7, itu kan kalau di ruang kelas bukan ranahnya," ujar Hari.

Wakasek Humas SMAN 7 Cirebon, Undang Ahmad Hidayat, membenarkan adanya intimidasi dan memastikan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah untuk mencegahnya terulang. "Kami dari pihak sekolah setelah kedatangan dari perwakilan orang tua siswa, KPI, DPRD dan kami sudah membicarakan seadanya masih ada intimidasi dari warga sekolah kita kepada anak-anak yang vokal kemarin demo, tapi kami sudah antisipasi kepada guru, dan warga sekolah jangan ada intimidasi, kita harus merangkul siswa," tutur Undang

Pihak sekolah telah memanggil guru-guru yang diduga melakukan intimidasi dan meminta mereka untuk meminta maaf dan tidak mengulanginya. "Tadi juga kita panggil guru-guru yang ada laporan dari orang tua siswa, dan mereka sudah meminta maaf dan mencabut apa-apa yang terjadi selama ini, dan jangan lagi terjadi seperti itu, dan jika masih ngeyel akan kita laporkan," tegas Undang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon, Suwarso Budi, bersama dengan wali murid dan DPRD Kota Cirebon, langsung mendatangi SMAN 7 Cirebon untuk memastikan agar intimidasi kepada para siswa tak terjadi.

"Sebenarnya kita hadir di sini dalam rangka memastikan anak-anak di sini, hak-haknya terkait dengan perlindungan itu tetap diberikan dan sekolah bisa menjamin tidak terjadi perlakuan yang berbeda terhadap anak-anak yang kemarin sempat berdialog, dan viral di media itu," ujar Suwarso.

Suwarso berharap sekolah dapat berkomitmen agar perundungan atau intimidasi tidak terjadi kepada para siswa. "Kita akan bersama-sama dengan warga sekolah membuat komitmen agar perundungan tidak terjadi, kalau terjadi akan menimbulkan masalah baru, hukumnya akan lebih berat," pungkasnya.

153 Siswa Gagal Ikut SNBP

Undang Ahmad Hidayat mengungkapkan bahwa 153 siswa SMAN 7 Cirebon dipastikan gagal mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNBP) 2024. Hal ini disebabkan oleh terhambatnya penginputan data SNBP, meskipun telah diberikan waktu perpanjangan.

"Hasil SNBP sampai saat ini sudah dipastikan gagal, karena sudah mendekati proses pengumuman, jadi anak kita yang 153 itu tipis harapannya, tapi yah sebelum ada pengumuman, harapan tetap ada, tetapi sedikit," ujar Undang.

Pihak sekolah telah menyiapkan program bimbingan belajar untuk 153 siswa yang gagal mengikuti SNBP, agar mereka dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti UTBK. "Bagi 153 siswa itu akan dipersiapkan untuk mengikuti UTBK, sehingga selama 3 bulan anak-anak akan dikasih Bimbel dimulai dari Minggu depan, teknisinya selama 12 minggu, 1 minggu full, 2 kali ketemu di kelas, 5 harinya online, ternyata dihitung ada 5 kelas masing-masing kelas 30 siswa," jelas Undang.

Pihak sekolah berharap program bimbingan belajar ini dapat membantu para siswa untuk meraih kesempatan kedua dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Editor: Bhegin

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X