Kamis, 4 Juni 2026

Danantara Mimpi Sang Ayah yang Diwujudkan Presiden Prabowo

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Senin, 17 Februari 2025 | 10:49 WIB
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

LOCUSONLINE, JAKARTA - Danantara Mimpi Sang Ayah: Presiden Prabowo Subianto mewujudkan gagasan ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, dengan membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Gagasan ini tercetus pada akhir 1980-an, ketika Sumitro mengusulkan pembentukan lembaga yang mengelola 1-5 persen laba badan usaha milik negara (BUMN). Senin, 17 Februari 2025

Sejarah Gagasan Danantara:

Sumitro membayangkan lembaga ini sebagai investment trust sekaligus penjamin investasi atau guarantee fund. Ia bahkan ingin Danantara membeli saham perusahaan swasta yang menguntungkan.

Gagasan ini ditolak oleh Menteri Keuangan J.B. Sumarlin pada tahun 1996, namun Sumitro mengklaim bahwa gagasan serupa diadopsi oleh pemerintah Malaysia dan melahirkan Khazanah Nasional Berhad.

Prabowo Terinspirasi Cina:

Prabowo, terinspirasi oleh keberhasilan ekonomi Tiongkok, ingin membangun kapitalisme negara ala Cina. Ia melihat bahwa pemerintah Tiongkok mengendalikan ekonomi melalui BUMN dan telah memiliki banyak perusahaan negara yang sukses.

Konsep Demokrasi Pancasila:

Prabowo juga mengusulkan sistem demokrasi Pancasila sebagai solusi politik untuk mendukung kapitalisme negara ala Cina. Ia menilai bahwa demokrasi liberal dengan pemilihan langsung terlalu mahal, memicu korupsi, dan membuka jalan bagi oligarki.

Perseteruan di Balik Danantara:

Pembentukan Danantara menimbulkan perdebatan, terutama antara Menteri BUMN Erick Thohir dan orang-orang dekat Prabowo. Erick Thohir menolak rencana awal yang ingin menjadikan Danantara pengganti Kementerian BUMN sepenuhnya.

Kompromi dan Posisi Danantara:

Akhirnya, kompromi tercapai. Kementerian BUMN tetap ada dalam Undang-Undang BUMN yang disahkan DPR, meski hanya sebagai pemegang saham 1 persen perusahaan negara. Erick Thohir berhasil menempatkan orang-orangnya di Danantara, sementara para penggagas awal Danantara tersingkir.

Tantangan Mengelola Danantara:

Prabowo harus menunjuk orang yang profesional dan berintegritas untuk memimpin Danantara, mengingat lembaga ini akan mengelola aset BUMN senilai Rp 10.402 triliun tanpa pengawasan audit dan proteksi penyidikan KPK.

Penghematan Anggaran dan Penggunaan Dana:

Presiden Prabowo Subianto bertekad melakukan efisiensi anggaran APBN 2025 dengan target penghematan sebesar US$44 miliar (Rp750 triliun). Dana tersebut akan digunakan untuk investasi melalui Danantara dan membiayai Program Makan Bergizi Gratis.

Editor: Bhegin

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X