Kamis, 4 Juni 2026

Ormas Keagamaan Diajak Awasi Danantara, PBNU dan KWI Beri Tanggapan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 26 Februari 2025 | 10:28 WIB

LOCUSONLINE, JAKARTA - Ormas Keagamaan Diajak Awasi Danantara: Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Ormas keagamaan akan dilibatkan sebagai penasihat dalam struktur Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Rabu, 26 Februari 2025

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi menyampaikan Presiden Prabowo akan melibatkan Ormas keagamaan dalam struktur danatara sebagi penasihat.

"Tunggu saja pengumumannya," kata Hasan.

Hasan juga menyebutkan bahwa Prabowo akan menunjuk mantan Presiden RI sebagai dewan penasihat. "Dibutuhkan orang-orang yang berintegritas tinggi tokoh-tokoh bangsa sebagai bagian dari penasihat lembaga ini," ujarnya.

Prabowo sebelumnya telah meminta mantan Presiden RI hingga pimpinan ormas keagamaan untuk ikut mengawasi pengelolaan Danantara. "Danantara adalah kekuatan energi masa depan dan ini harus kita jaga bersama. Karena itu, saya minta semua presiden sebelum saya berkenan ikut menjadi pengawas di dana ini. Saya juga berpikir kalau perlu pimpinan NU, pimpinan Muhammadiyah, pimpinan mungkin dari KWI dan sebagian lain-lain ikut juga membantu mengawasi," kata Prabowo pada peringatan ulang tahun ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pekan lalu.

PBNU dan KWI Beri Tanggapan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengatakan bahwa PBNU belum diajak berkomunikasi mengenai posisi Dewan Penasihat dalam Danantara. "Kami harus lihat dulu apa tugasnya. Mampu atau tidak. Apakah harus perorangan atau lembaga, kami belum tahu," kata Gus Yahya.

Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Monsinyur Antonius Subianto Bunjamin, menyatakan bahwa KWI tidak bersedia apabila ditawari terlibat dalam struktur Danantara sebagai penasihat. "Seandainya diminta menjadi penasihat BPI Danantara, KWI tidak bersedia karena ranah dan wilayah pelayanan di bidang rohani," kata Antonius.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty, mengatakan bahwa semua elemen publik harus berperan aktif mengawasi secara kritis pengelolaan Danantara. "Oh iya, sebagai superholding dari berbagai BUMN di Indonesia, Danantara akan mengelola dana BUMN dengan nominal yang sangat besar. Karenanya, harapan Presiden bagi pengawasan publik patut didukung," kata Jacklevyn.

PGI belum diminta terlibat langsung dalam mekanisme pengawasan Danantara. "Bilamana kepada kami (PGI) ditawarkan untuk mengambil bagian dalam mekanisme pengawasan Danantara, akan merekomendasikan orang-orang yang memiliki kepakaran dari kalangan umat Kristen," ujarnya.

Editor: Bhegin

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X