LOCUSONLINE – Sukatani Kembali dituding Jual Lagu Bayar Bayar Bayar Polisi, Sukatani : Banyak yang mencoba riding the wave dan mengarang cerita. Band Punk Sukatani asal Purbalingga kembali diterpa kabar miring, kali ini difitnah menjual lagu bayar bayar bayar kepada label besar. Sehingga lagu tersebut kini tidak lagi menjadi hak milik band beranggotakan dua personel suami istri itu.
Mulanya akun @triggerfinger_hemp menjelaskan soal penjualan lagu tersebut ke warganet yang lain di kolom komentar sebuah postingan Instagram.
"@fajar2nd___ Tanya aja soal lagu bayar3x yang menurut kabar dibeli label besar dan sudah bukan milik @sukatani.band. Kalo soal LBH saya percaya akan melakukan hal terbaik. Tapi kuasa hukum sebelumnya tidak dan malah meninggalkan kejanggalan," tulis @triggerfinger_hemp.
Baca juga :
Dugaan Korupsi Reses DPRD Garut Ratusan Milyar, Tety Sarifeni Sebagai PA. PLT Sekwan : Dewan Wajib Sampaikan LPJ
Selain itu, akun @Bungaliar1312 pun menuliskan ‘sayang sekali kalua ini bener, lagu yang terlanjur menjadi athem perlawanan berarti hanya produk jualan, bayar3x bisa dibayar jga ternyata. Lalu akun @triggerfinger_hemp menjawabnya, ‘@Bungaliar1312 Doi juga lagi gencar ngurusin pelanggaran hak cipta (ditambah emozi tertawa).
Dikolom komentar lain, justru akun @ssuckmynicks ‘min minn malah blunder, gw yang udah dukung lu tapi lebih masuk akal omongan yang di storynya sukatani sebagai pendukung triggerfingerhemp kami kecewaaaa…’ tulisnya.
Selain @ssuckmynicks, akun @hindrajab2024 juga mempertanyakan apa kepentingan akun @triggerfinger_hemp ikut-ikutan membahas Sukatani.
“Kepentingan anda apay a ikut2tan bahas sana sini Sukatani? Anda diuntungkan apa? Eksposure? Kalua niat bantuin ya bantuin aja, kalua gak niatbantuin ya diem aja, kok anda kaya yang sibuk soal urusan orang lain?’ tulis akun @hindrajab2024 dalam kolom komentar @triggerfinger_hemp.
Baca juga :
Dorong Kritik Konstruktif untuk Perbaikan Institusi Kapolri Ajak Sukatani Jadi Duta Polri
Band Sukatani pun tidak tinggal diam Ketika mendapat tudingan tersebut, melalui akun resmi Sukatani, mereka meluruskan bahwa pernyataan @triggerfinger_hemp tersebut tidak benar.
-
"Kami difitnah oleh @triggerfinger_hemp bahwa lagu Bayar Bayar Bayar dijual ke label besar. Kami dengan tegas tidak pernah menjual lagu tersebut," kata Sukatani dalam Instagram Storynya, Sabtu (1/3/2025).
Rupanya usut punya usut, pemilik akun @triggerfinger_hemp juga memiliki masalah personal dengan kuasa hukum yang menangani kasus Sukatani. Itulah sebabnya akun tersebut ikut menyenggol band.
Baca juga :
Geledah Rumah Riza Chalid dan Depo Minyak, Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina
Namun, kuasa hukum tersebut sudah tidak lagi bekerja sama dengan Sukatani.
"Kami tidak terlibat soal polemik drama permusuhan antara @triggerfinger_hemp vs @sitomgum (kuasa hukumnya). Di awal @sitomgum memang mengontak kami untuk memberikan bantuan dan kami terima," imbuhnya lebih lanjut.
-
Sukatani menambahkan, "Setelah itu 24 jam berlalu kami menarik kuasa tersebut dan bekerja sama dengan LBH-YLBHI."
Lebih jauh, SUkatani menghimbau kepada semua orang dan warganet agar tidak percaya terhadap isyu yang beredar selain dari Sukatani yang menyampaikan secara langsung.
“Saat ini memang ada banyak pihak yang mencoba riding the wave dan mengarang cerita. Mohon kawan-kawan bisa menyikapi untuk tetap percaya bahwa berita yang valid adalah yang keluar dari akun kami dan LBH," tandas mereka. (Tim Locus/Red.01)