LOCUSONLINE, GARUT – Kabupaten Garut Kembali menjadi sorotan warga, dibawah kepemimpinan Bupati Abdus Syakur Amin dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina warga menuding Kepala Daerah Garut Letoy Ke pekerja asing PT. Ultimate Noble Indonesia tapi wanian ke warga Garut sendiri.
Anggapan tersebut timbul lantaran Bupati Syakur Amin tidak berani memanggil pekerja asing PT. Ultimate Noble Indonesia yang diduga melakukan perbuatan sewenang-wenang kepada karyawati.
Sebagai informasi, Widi Astuti, merupakan seorang karyawati yang berdomisili di Kampung Babakan Cau, RT02/08, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Widi bekerja di PT. Ultimate Noble Indonesia namun belum genap sampai satu bulan.
Baca juga :
Dedi Mulyadi Garang Di Bogor, Lembek Di Garut? “Hibisc Fantasy Puncak Dibongkar, 2,3 Hektar Lebih Lahan Pertanian Dialihfungsikan PT. Pratama Abadi Industri?”
Wakil Bupati Garut Kecam Aksi Ormas yang Viral, Tegas Ingatkan Pentingnya Toleransi dan Ketertiban
Widi mengakui, dirinya sering berhadapan langsung dengan atasannya yang katanya berasal dari Cina namun sudah fasih berbahasa Indonesia. Widi menilai atasannya itu tidak menyenangkan bahkan cenderung galak.
“Kalau dilihat, kerjaanku sebenarnya gampang. Tapi dari awal aku belum diajari apa-apa dan mereka bilang aku nggak bisa kerja. Akhirnya aku dimarahi oleh bosku sampai dilempar pakai sepatu meski tidak langsung ke badan aku,” cerita Widi kepada hariangarutnews.com, Sabtu (08/03/2025) dilansir dari hariangarut.
Dari adanya kejadian tersebut, Bupati Garut Syakur Amin menganggap kalau atasannya itu belum adaptasi untuk melakukan penyesuaian.
Baca juga :
Kecam Aksi Sweeping Ormas, Wabup Garut Premanisme Bikin Insvestor Kabur
Terbongkar, RDTR Dinas PUPR Garut Perbolehkan Limbangan Buka Usaha “Klub Malam” dan Hiburan Dewasa
“Nah mungkin si atasan ini belum bisa beradaptasi dan melakukan penyesuaian dengan lingkungan atau karyawan yang baru bekerja di PT. UNI tersebut. Tinggal komunikasi saja, rangkul kembali karyawati yang resign dan sampaikan permohonan maaf,” ujar Syakur kepada awak media selepas apel gabungan, Senin (10/3/2025).
Dikatakan Syakur, salah satu kunci utama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional adalah terletak pada proses rekrutmen karyawan, seleksi, training and development calon tenaga kerja.
“Seperti amanat pak Gubernur Jawa Barat saat grand opening lalu, perusahaan sebaiknya mendahulukan pelatihan pekerja dibandingkan pengurusan persyaratan kerja yang seringkali membebani pencari kerja. Karena untuk mendapatkan tenaga kerja yang profesional dan berkualitas tidaklah gampang. Gunakan pendekatan kearifan lokal saat melakukan rekrutmen tanpa mengesampingkan proses SOP penyaringan,” tandasnya.
Baca juga :
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina : ASN Itu Pelayan Masyarakat, Ada Pungli Jangan Ragu Laporkan Kepada Kami, “Tulis Identitas Oknumnya”
Kasatpol PP Ngumpet Saat Wakil Bupati Garut Meninjau Joging Track SOR Ciateul?
Syakur menambahkan, kedepannya Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) siap membantu perusahaan dalam mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan melalui aplikasi ketenagakerjaan yang akan dikembangkan, pungkasnya.
Terpisah, Gerbang Literasi Masyarakat Perjuangkan Keadilan (GLMPK) menilai dari dua masalah ini ada masalah yang serius pada tubuh lembaga daerah yang dipimpin oleh Syakur Amin dan Putri Karlina. Karena mereka terlihat letoy Ke Pekerja Asing PT. Ultimate Noble Indonesia Tapi Wanian Ke Warga Garut.
“Ketika mendengar pekerja asing yang diduga melakukan prilaku yang tidak wajar, apalagi melempar Sepatu kepada karyawati, itu jelas tidak beretika tapi kenapa tidak berani memanggil pekerja asing itu?, kata Ridwan penuh tanya, Senin (10/3/2025) dikantor GLMPK.
Ridwan menilai, berbeda dengan wakil Bupati Garutnya terlihat wanian kepada warga garut sendiri yang melarang orang tidak puasa atau melakuka swiping, padahal kan jelas ada Perdanya, ada maklumatnya, tetapi berani memanggil aliansi umat Islam?” sebut wakil ketua GLMPK dikantornya. (Asep/Red.01)