Kamis, 4 Juni 2026

Sempat Memanas, Bupati Garut Minta Habib “Dengarkan Saya”

Photo Author
locusonline, Locusonline.co
- Jumat, 14 Maret 2025 | 21:16 WIB
Foto : Bupati Garut A. Syakur Amin didampingi wakil Bupati Putr Karlina saat menerima audensi dari Aliansi Umat Islam Garut di gedung DPRD Garut / Sempat Memanas, Bupati Garut Minta Habib “Dengarkan Saya”
Foto : Bupati Garut A. Syakur Amin didampingi wakil Bupati Putr Karlina saat menerima audensi dari Aliansi Umat Islam Garut di gedung DPRD Garut / Sempat Memanas, Bupati Garut Minta Habib “Dengarkan Saya”

LOCUSONLINE, GARUT – Aliansi Umat Islam Kabupaten Garut menggelar audiensi dengan unsur pimpinan kepala daerah terkait viralnya sweeping warung makan di siang hari yang direpost oleh Wakil Bupati Garut Putri Karlina melalui akun media sosial tiktoknya.

Setelah menunggu hampir 1 jam dari yang dijadwalkan karena Bupati dan wakil bupati masih menghadiri agenda lain, Ketua DPRD Garut, Aris akhirnya membuka acara tersebut setelah Bupati dan wakilnya datang ke Gedung DPRD Garut, Jum'at (14/3/2025).

Audiensi unsur pimpinan Kepala daerah dengan Aliansi Umat Islam awalnya kondusif. Suasana di Gedug DPRD terasa sejuk karena dari berbagai pihak menyampaikan pendapatnya. Suasana menjadi memanas ketika Habib Basim Alhabsyi menyampaikan rasa kekecewaan kepada wakil Bupati Putri Karlina.
Baca juga :

Dugaan Korupsi Proyek Jogging Track di Garut: Uang Rp 313 Juta Baru Dikembalikan Setelah 4 Bulan, Pelaku Lolos Pidana?

Dugaan Korupsi Reses DPRD Garut Ratusan Milyar, Tety Sarifeni Sebagai PA. PLT Sekwan : Dewan Wajib Sampaikan LPJ

“Satu hal yang perlu ditiru oleh pemimpin-pemimpin yang lainnya, karena ada kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat khususnya umat Islam. kemudian rasa kekecewaan, sedikit kekesalan dari atas sikap, mohon maaf ibu Putri yang saya hormati mohon maaf, adanya hal yang seperti memojokan kami dengan yaitu memviralkan kejadian tersebut yang mana Insya Allah kalau tidak ibu memviralkan itu semuanya akan baik-baik saja”, kata habib basim alhabsyi di ruang audensi gedung DPRD Garut.

Menurut habib basim alhabsyi, dengan postingan itu, seakan-akan mengajak orang yang intoleran untuk mencibir orang-orang yang toleransi.

“Justru dengan postingan itu malah seakan-akan, justru mengajak orang-orang yang intoleran untuk mencibir orang-orang yang bertoleransi. Bukankah kita ini dijunjung untuk bertoleransi terhadap non muslin terhadap agama-agama yang lainnya, toleransi ini telah diajarkan oleh Baginda Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” sebut Habib Basim Alhabsyi.
Baca juga :

Kejari Garut Diduga Inkonsisten Berbagai Elemen Anti Korupsi di Garut Minta Kejagung Tingkatkan Pembinaan

Dugaan Korupsi Jogging Track Rugikan Ratusan Juta Dihentikan, Kejari Terima Aliran Dana Rp 11 Miliar, Warga Ancam Demo Ke Kejari dan Inspektorat Garut

Tapi, sambung habib basim alhabsyi, masalahnya kenapa setiap hari besar umat Islam, ini yang selalu kami dipojokan,  kenapa kami harus menghormati orang lain, bukankah orang lain itu harus menghormati kita di hari besar kita, kan umat Islam dituntut untuk menghargai hari besar non muslim, kami menghormati mereka, menghargai mereka. Kami tidak memaksa mereka (umat Islam) mau puasa atau tidak itu hak mereka, amal mereka, tetapi satu minimal, menghormati sebagai bentuk toleransi antar umat beragama khususnya orang Islam sendiri memuliakan bulan Ramadhan dengan tidak makan dan minum sembarangan disiang hari bolong di bulan suci Ramadhan.

Ketegangan pun mulai memanas saat Bupati Garut, Syakur Amin menaikan nadanya memanggil Bapak kepada Habib.

“Bapak…,saya dengar, tolong dengarkan,” kata Syakur.

Sontak peserta pun riuh bertanya kenapa, lalu Habib pun menyebutkan saya punya hak.
Baca juga :

Inspektorat Garut Setuju Koruptor Cukup Kembalikan Uang Hasil Korupsinya, Pidananya Selesai

Viral Jaksa Penyelidik Temukan Kerugian Dugaan Korupsi Reses Dan BOP DPRD Garut Capai Rp. 180 Milyar, Tapi Kajari Garut Terbitkan SP3?

‘‘Kalau disampaikan, ini waktunya tidak tepat, jadi tolong izin, nanti seakan-akan ngungkit-ngungkit yang sudah terjadi, kejadian yang seperti ini buat kami pukulan,”sebut Bupati Garut, Syakur dihadapan audiens didampingi wakil bupati Putri Karlina.

Bupati Syakur pun mengatakan, saya sebagai penanggungjawab ingin Garut itu kondusif, tadi kan sudah selesai, e apa Namanya, saya minta maaf ya tadi, mohon izin ya pak Habib, saya tidak ada maksud apa-apa. Cuman tolong, ini kan tadi sudah selesai, kata Syakur.

Perdebatan pun semakin memanas saat Bupati Garut menyampaikan kalau dirinya sudah janji dengan masyarakat Bungbulang, saya akan pergi kesana ya.

Audensipun menjadi memanas, namun tak lama ditutup dan Bupati beserta wakil bupati langsung bertolak pergi. (Asep/Red.01)

Editor: locusonline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X