Kamis, 4 Juni 2026

Harapan Besar untuk Guru Ngaji di Kota Tasikmalaya: Wali Kota dan DPRD Diminta Berikan Perhatian Serius

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 9 April 2025 | 16:22 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

LOCUSONLINE, KOTA TASIKMALAYA - Terpilihnya Viman Alfarizi Ramadhan sebagai Wali Kota Tasikmalaya periode 2025-2030 membuka harapan baru bagi masyarakat, khususnya bagi para guru ngaji di kota yang dijuluki sebagai Kota Santri ini. Rabu, 9 April 2025

Viman, yang dikenal sebagai sosok muda visioner dan inspiratif, mendapat dukungan kuat dari partai politik pengusungnya, Partai Gerindra, yang juga menguasai kursi parlemen. Hal ini menciptakan sinergi politik yang kuat antara eksekutif dan legislatif.

Eks Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Tasikmalaya, Ustad Heryanto, menuturkan bahwa momen ini merupakan kali pertama terjadi dalam sejarah demokrasi Kota Tasikmalaya sejak berdiri pada tahun 2001.

"Maka, menurut dia, tak berlebihan jika masyarakat menaruh harapan besar, bahwa sinergi politik ini akan menjadi jalan lahirnya kebijakan-kebijakan yang berpihak pada umat dan masyarakat kecil," kata Ustad Heryanto. Dikutip dari Kabar Priangan.

Salah satu isu penting yang kini menunggu perhatian serius adalah nasib guru ngaji. Ustad Heryanto menekankan bahwa guru ngaji bukan sekadar profesi, melainkan pilar utama dalam membangun karakter anak bangsa.

"Mereka adalah jantung spiritual dari Kota Santri ini," kata Ustad Heryanto.

Ustad Heryanto mengungkapkan keprihatinannya terhadap kesejahteraan guru ngaji yang masih jauh dari kata layak. Sejak tahun 2014, insentif yang mereka terima tidak pernah mengalami kenaikan.

"Nominalnya tetap Rp50.000 per bulan, dan hanya diberikan setahun sekali saat Ramadan. Totalnya? Hanya Rp600.000 setahun," ungkap Ustad Heryanto.

Ironisnya, pada tahun 2025 ini, insentif yang baru cair hanyalah Rp200.000 menjelang Idulfitri. Itu pun harus melalui proses yang rumit dan panjang.

"Jangan lupakan bahwa Kota Tasikmalaya dijuluki sebagai Kota Santri. Maka sudah selayaknya para guru ngaji mendapat perhatian khusus," katanya.

Ustad Heryanto menekankan bahwa guru ngaji menjadi garda terdepan dalam membentengi generasi dari krisis moral dan spiritual di tengah derasnya arus globalisasi.

"Kini saatnya pemimpin Kota Tasikmalaya menunjukkan keberpihakan. Bukan sekadar slogan religius, tapi keberpihakan nyata," tegasnya.

Ustad Heryanto menyarankan beberapa solusi untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji, di antaranya dengan membuat kebijakan daerah yang melindungi dan menguatkan peran guru ngaji, serta mengalokasikan dana yang lebih layak untuk mereka.

"Bila jalan dibangun dengan anggaran miliaran rupiah saja bisa, mengapa tidak bisa dialokasikan dana lebih layak untuk para penjaga moral anak-anak kita?," kata Ustad Heryanto bertanya-tanya.

Ustad Heryanto berharap agar Wali Kota dan Ketua DPRD bersama 45 anggota DPRD Kota Tasikmalaya menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan guru ngaji.

"Jangan sampai sejarah mencatat bahwa ketika kekuasaan eksekutif dan legislatif ada dalam satu barisan, tidak ada satu pun terobosan berarti yang berpihak pada guru ngaji," pungkasnya.

Editor: Bhegin

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X