LOCUSONLINE, LAMPUNG SELATAN - Polemik dugaan tenaga honorer "titipan" di Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan semakin memanas. Sorotan kini tertuju pada BS, kader partai pengusung utama Bupati Radityo Egi Pratama yang juga pernah menjabat sebagai Liaison Officer (LO) pasangan calon Bupati dalam Pilkada tahun lalu. Kamis, 1 Mei 2025
Tim indepthnews menemukan indikasi keterlibatan BS dalam penempatan seorang tenaga honorer berinisial S di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). Bukti transaksi perbankan sebesar Rp6 juta ke rekening BS, yang diduga sebagai ucapan terima kasih dari orang tua S, semakin memperkuat dugaan tersebut. Transaksi terjadi pada 18 Maret 2025, tepat sehari setelah S mulai bekerja sebagai operator komputer di Dinas Perkim.
Sumber internal di lingkungan Pemkab Lampung Selatan menyebutkan bahwa BS dikenal kerap "membantu" dalam proses penempatan tenaga honorer di sejumlah dinas. Kedekatannya dengan Bupati Radityo Egi Pratama disebut menjadi salah satu faktor yang membuatnya dipercaya berbagai pihak untuk menjadi penghubung dalam urusan internal pemerintahan. Namun, sumber tersebut juga menyebutkan bahwa BS tidak bertindak langsung, melainkan dibantu oleh seorang perempuan berinisial SR, yang dikenal dekat dengan BS.
Upaya konfirmasi kepada Bupati Radityo Egi Pratama dan BS melalui telepon dan pesan WhatsApp belum membuahkan hasil. Sementara itu, Kepala Dinas Perkim, Aflah Efendi, menyarankan agar pertanyaan terkait penempatan S ditujukan langsung kepada BS.
Isu ini semakin memperburuk persoalan kepegawaian di Pemkab Lampung Selatan. Tim indepthnews masih menelusuri dugaan praktik serupa di tiga dinas lainnya, di mana jalur "orang dalam" disebut-sebut menjadi modus dalam pengisian posisi tenaga honorer.
Menanggapi isu honorer titipan yang beredar, Samsul H. Suhartono, Anggota Komisi I DPRD Lampung Selatan, mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan kebenaran informasi tersebut. Jika ditemukan bukti konkret, akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil instansi terkait.
"Informasi ini akan kita selidiki terlebih dahulu karena kita memerlukan data yang konkret dan valid. Apabila memang terbukti, kami akan memanggil instansi terkait untuk RDP," ujar Samsul.
Samsul juga berharap agar kedepannya perekrutan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Lampung Selatan dilakukan dengan transparan melalui seleksi berkas yang dilaksanakan oleh panitia khusus, dan sesuai dengan pendidikan serta kompetensi yang dibutuhkan.
Pewarta: Ridwansyah
Editor: Bhegin