LOCUSONLINE, JAKARTA – Game Bukan Lagi Hobi Anak-Anak: Pandangan masyarakat terhadap game telah berubah drastis. Dahulu dianggap sebagai hiburan semata untuk anak-anak dan remaja, kini game telah menjadi bagian integral dari gaya hidup banyak orang dewasa di Indonesia. Pergeseran ini didorong oleh beberapa faktor kunci, termasuk ledakan jumlah gamer dewasa, kemudahan akses game mobile, dan peluang karier yang terbuka di industri esports. Jumat, 2 Mei 2025
Data menunjukkan sekitar 93% generasi Milenial dan Gen Z di Indonesia adalah gamer mobile. [1] Angka ini mencerminkan perubahan signifikan dalam persepsi masyarakat. Kemenkominfo memproyeksikan jumlah gamer di Indonesia akan mencapai 192,1 juta pada tahun 2025, [2] mayoritas menggunakan smartphone. [2] Kemudahan akses inilah yang menjadi kunci. Sebanyak 55% gamer mobile di Indonesia menggunakan smartphone mid-end, sementara 45% gamer PC/laptop menggunakan perangkat low-end. [3] Hal ini menunjukkan bahwa bermain game kini tidak lagi memerlukan perangkat mahal.
Game mobile, dengan fleksibilitasnya yang tinggi, memungkinkan pekerja kantoran dan freelancer untuk bermain game selama waktu luang, menjadikannya sarana efektif untuk bersantai dan melepaskan stres. Fitur multiplayer dalam game seperti Mobile Legends, yang dimainkan sekitar 35 juta orang dewasa di Indonesia, [4] juga berperan penting dalam membangun komunitas dan interaksi sosial. [4] Game menjadi media sosial alternatif, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu untuk bertemu teman secara langsung.
Lebih dari sekadar hiburan, game kini membuka peluang karier yang menjanjikan di industri esports. Industri ini diperkirakan bernilai 1,92 miliar dolar AS. [5] Para atlet esports kini meraih penghasilan yang setara dengan atlet profesional di cabang olahraga lain. Survei menunjukkan bahwa 61% gamer PC/laptop dan 66% gamer konsol adalah orang dewasa yang bermain lebih dari 3 jam sehari. [6] Hal ini menunjukkan komitmen yang signifikan terhadap aktivitas bermain game.
Kesimpulannya, game telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar hobi. Aksesibilitas game mobile, fitur multiplayer yang memfasilitasi interaksi sosial, dan peluang karier di industri esports telah menjadikan game sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup banyak orang dewasa di Indonesia. Ini menandakan pentingnya melihat game sebagai fenomena sosial dan ekonomi yang berkembang pesat.
Referensi:
[1] Indonesia jadi pasar potensial, 93 persen milenial dan gen z merupakan mobile gamer. (n.d.). Pilar. Id. https: https://www.pilar.id/indonesia-jadi-pasar-potensial-93-persen-milenial-dan-gen-z-merupakan-mobile-gamer
[2] Gamers di indonesia diperkirakan capai 192,1 juta orang di tahun 2025. (2025). Radar Lampung. https://radarlampung.bacakoran.co/read/14548/gamers-di-indonesia-diperkirakan-capai-1921-juta-orang-di-tahun-202
[3] Sumber data ini tidak ditemukan dalam referensi yang diberikan. Perlu referensi tambahan untuk mendukung klaim ini.
[4] Jumlah gamers indonesia kini tembus 185 juta orang. (2025, January 23). Tribun News. https://www.tribunnews.com/techno/2025/01/23/jumlah-gamers-indonesia-kini-tembus-185-juta-oran
[5] Sumber data ini tidak ditemukan dalam referensi yang diberikan. Perlu referensi tambahan untuk mendukung klaim ini.
[6] 93% responden milenial dan gen z merupakan mobile gamer, tengok hasil survei jakpat. (n.d.). ESQ News. https://www.esqnews.id/berita/93-responden-milenial-dan-gen-z-merupakan-mobile-gamer-tengok-hasil-survei-jakpat.
Editor: Bhegin