Kamis, 4 Juni 2026

Basmi Preman Berkedok Ormas, Intelejen Militer Dikerahkan TNI

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Kamis, 8 Mei 2025 | 10:51 WIB
Ilustrasi Aksi Premanisme Oknum Ormas
Ilustrasi Aksi Premanisme Oknum Ormas

LOCUSONLINE, JAKARTA – Basmi Preman Berkedok Ormas: Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan Tim Penyelidikan dan Pengamanan Fisik (Lidpamfik), satuan intelijen militernya, untuk membantu memberantas praktik premanisme yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga iklim investasi dan ketertiban nasional.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI (Danpuspom TNI) Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan, tim Lidpamfik akan bersinergi dengan Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI untuk menghimpun informasi seputar dugaan keterlibatan preman dalam ormas.

“Lidpamfik berfungsi sebagai satuan intelijen yang terintegrasi dengan lembaga intelijen lainnya untuk mengidentifikasi dan memonitor aktivitas ormas yang menyimpang,” kata Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (7/5/2025).

Baca Juga :


Kepala Daerah Diminta Wakil Mentri Dalam Negri Untuk Menindak Tegas Ormas yang Langgar Hukum



Setelah informasi diperoleh, lanjut Yusri, proses hukum akan diserahkan kepada institusi yang berwenang. Jika pelakunya merupakan warga sipil, maka akan ditindak oleh kepolisian. Namun bila melibatkan prajurit TNI, maka proses hukum akan dilakukan oleh Polisi Militer.

Satgas Terpadu Diresmikan

Pemerintah sebelumnya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Ormas, sebagai bagian dari langkah sistematis dalam menciptakan stabilitas nasional. Keberadaan satgas ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha dan masyarakat luas.

“Pemerintah tidak akan kompromi terhadap segala bentuk premanisme dan ormas yang mengganggu ketertiban serta menghambat investasi,” tegas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Budi Gunawan, dalam pernyataannya, Selasa (6/5/2025).

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat dari pemerintah dan TNI untuk melindungi ruang publik dari ancaman kekerasan dan intimidasi berkedok organisasi masyarakat.(AA Syah)

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X