Kamis, 4 Juni 2026

Ledakan Amunisi di Garut: Kapuspen TNI dan Mantan KSAD Sebut Warga Korban Ledakan Pemulung Rongsokan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Kamis, 15 Mei 2025 | 09:54 WIB
Ilusrasi locustoons
Ilusrasi locustoons

LOCUSONLINE, GARUTLedakan yang terjadi di lokasi pemusnahan amunisi milik TNI di kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Desa Segara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menewaskan sembilan warga sipil dan empat prajurit TNI. Insiden tersebut menyisakan pertanyaan mengenai keberadaan warga sipil di area peledakan.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, mengungkapkan bahwa kehadiran warga di sekitar lokasi peledakan bukanlah hal baru. Warga disebut kerap mengumpulkan sisa material logam seperti tembaga atau besi usai proses pemusnahan dilakukan. “Biasanya setelah peledakan, masyarakat datang untuk mengambil serpihan logam, tembaga, atau besi bekas granat maupun mortir,” ujarnya, Senin (12/5/2025).

Hal senada disampaikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan. Ia menyebut bahwa praktik warga mengumpulkan selongsong peluru pasca latihan tembak merupakan hal yang sering terjadi. “Selongsong dari kuningan itu bernilai jual, dan sering dimanfaatkan warga," kata Dudung dalam wawancara dengan Kompas TV, Selasa (13/5/2025).

Baca Juga :


Tragedi Ledakan Amunisi di Garut, 9 Warga Sipil Jadi Korban



Namun demikian, Dudung menilai praktik tersebut harus dihentikan dan masyarakat tidak lagi boleh dilibatkan dalam proses pemusnahan amunisi, termasuk penggalian lubang peledakan.

Pernyataan dari pihak militer tersebut dibantah keluarga korban. Agus (55), kakak dari almarhum Rustiwan—salah satu korban tewas—menyatakan bahwa adiknya bukan pemulung logam, melainkan sudah bertahun-tahun terlibat sebagai pekerja pendukung dalam proses pemusnahan amunisi bersama TNI. “Adik saya sudah 10 tahun membantu TNI dalam pemusnahan amunisi, termasuk di luar Garut. Jadi bukan pemulung seperti yang diberitakan,” tegasnya saat ditemui di RSUD Pameungpeuk, Garut, Selasa (13/5/2025).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menjenguk keluarga korban, turut menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan kerja. “Para korban bukan pemulung rongsokan, mereka adalah pekerja yang membantu TNI dalam tugas pemusnahan amunisi,” ujar Dedi. (BAAS)

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X