LOCUSONLINE, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall atau yang lebih dikenal dengan nama Hercules, diketahui menduduki posisi strategis di Perumda Pasar Jaya sejak Februari 2022. Ia menjabat sebagai Staf Ahli di badan usaha milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut. Senin, 2 Juni 2025
Hercules menuturkan bahwa penunjukannya sebagai Staf Ahli merupakan bentuk penghargaan, namun ia menegaskan bahwa dirinya tidak menjadikan posisi tersebut sebagai sumber penghasilan utama.
"Ini suatu penghargaan, terima kasihlah. Tapi kita bukan cari makan di situ," ujar Hercules dalam wawancara yang dikutip dari Antara, 22 Februari 2022.
Sebagai Staf Ahli, Hercules memiliki peran memberi masukan kepada direksi terkait perencanaan, kebijakan, serta pelaksanaan operasional perusahaan. Perumda Pasar Jaya sendiri berperan dalam pengelolaan pasar dan properti di wilayah ibu kota.
Selain terlibat di BUMD Jakarta, Hercules juga diketahui menjalankan CV Timor Ramelau, yang menjadi mitra resmi PT Timah—salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada 2022, ia turut hadir dalam kegiatan sosialisasi penambangan timah yang digelar di Bangka Selatan. Perusahaannya mengoperasikan 20 unit Ponton Isap Produksi (PIP) di wilayah perairan Toboali, Bangka Selatan.
Kiprah Hercules di dunia usaha tak berhenti di situ. Ia merupakan Komisaris Utama PT Titu Harmoni, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa keamanan dan pengelolaan lahan. Menurut pengakuannya, perusahaan tersebut mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp3 miliar per bulan.
Hercules juga memiliki sejumlah aset di sektor agribisnis, termasuk lahan seluas 30 hektar di Indramayu yang dimanfaatkan untuk sawah, tambak, dan perikanan. Selain itu, ia menyewakan lahan seluas 5,5 hektar sebagai pasar rakyat kepada para pedagang.
Di luar aktivitas bisnis, Hercules masih aktif memimpin GRIB Jaya, sebuah organisasi kemasyarakatan yang belakangan menjadi sorotan publik. Beberapa anggotanya sempat terlibat sengketa lahan dengan BMKG di Tangerang Selatan, yang berujung pada penangkapan oleh aparat kepolisian.
Meskipun sempat dikenal sebagai sosok kontroversial di masa lalu, Hercules kini menunjukkan peran baru sebagai tokoh masyarakat. Ia bahkan mendapat amanah untuk membina sebuah pesantren di wilayah Jawa Barat, serta memegang peran strategis di beberapa organisasi lainnya. (BAAS)