Kamis, 4 Juni 2026

Israel Kecolongan, Pakar AS: Mereka Remehkan Kekuatan Iran

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 17 Juni 2025 | 11:25 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

LOCUSONLINE, WASHINGTON D.C. – Analis kebijakan luar negeri dari Quincy Institute for Responsible Statecraft, Trita Parsi, menyebut Israel tengah menanggung akibat dari kesalahannya sendiri karena meremehkan kapasitas militer Iran. Serangan balasan Iran yang tak kunjung reda dinilai sebagai bukti ketahanan dan kemampuan negara itu dalam merespons tekanan militer.

“Israel keliru besar. Mereka mengira bisa melumpuhkan Iran dengan membunuh sejumlah petinggi militernya. Tapi mereka salah hitung,” ujar Parsi seperti dikutip CNN, Senin (16/6/2025).

Parsi merujuk pada pembunuhan beberapa tokoh penting militer Iran, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dan Komandan IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami. Israel juga disebut menargetkan tokoh intelijen IRGC serta beberapa ilmuwan nuklir Iran dalam serangan udara terkoordinasi.

Tak berhenti di situ, Israel menggempur fasilitas nuklir utama Iran di Natanz—lokasi strategis yang menjadi jantung program pengayaan uranium negara itu. Fasilitas ini terdiri dari dua pusat utama: Fuel Enrichment Plant (FEP) yang berada di bawah tanah dan Pilot Fuel Enrichment Plant (PFEP) di permukaan. FEP dirancang untuk kapasitas besar, menampung hingga 50.000 sentrifugal. Saat ini, sekitar 14.000 mesin telah terpasang, dan 11.000 di antaranya aktif memurnikan uranium hingga tingkat 5 persen.

Namun, menurut Parsi, keyakinan Israel bahwa operasi tersebut akan melumpuhkan komando Iran ternyata keliru. “Netanyahu mengira mereka berhasil mengacaukan sistem kendali militer Iran. Tapi serangan balasan yang masif justru membuktikan sebaliknya,” ujarnya.

Serangan rudal Iran terus membombardir wilayah Israel. Salah satu yang paling menggemparkan terjadi pada Sabtu (14/6), ketika rudal Iran menghantam distrik Kirya di jantung Tel Aviv—markas militer dan Kementerian Pertahanan Israel. Tak lama berselang, pada Senin dini hari, rentetan serangan kembali menghujani kota tersebut.

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap efektivitas sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome, yang selama ini dianggap sebagai perisai tak tertembus. “Rudal-rudal Iran telah berhasil menembus semua lapisan pertahanan udara Israel. Ini bukan sekadar kegagalan teknis, tapi pukulan strategis,” tegas Parsi.

Kondisi tersebut kini memicu kekhawatiran serius di internal militer Israel dan komunitas internasional soal kemampuan negara itu mempertahankan wilayahnya dari serangan udara skala besar di masa depan. (BAAS)

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X