Kamis, 4 Juni 2026

Prestasi Mentereng Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena Bersam Malut United Berujung Dengan Pemecatan, Berikut Penjelasaan Manajemen

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 18 Juni 2025 | 10:55 WIB
Yeyen Tumena (kiri) dan Imran Nahumarury (kanan) dipecat Malut United. (Dok. Instagram Yeyen Tumena)
Yeyen Tumena (kiri) dan Imran Nahumarury (kanan) dipecat Malut United. (Dok. Instagram Yeyen Tumena)

LOCUSONLINE, TERNATE – Manajemen Malut United resmi memberhentikan pelatih kepala Imran Nahumarury dan Direktur Teknik Yeyen Tumena. Keputusan ini diambil menyusul dugaan keterlibatan keduanya dalam praktik penggelapan dana selama menjabat di klub. Rabu, 18 Juni 2025

Imran, yang telah menukangi Malut United selama dua musim terakhir, berperan besar dalam membawa tim meraih promosi ke Liga 1 untuk musim 2024/2025. Sementara Yeyen bertugas sebagai arsitek teknis di balik strategi perekrutan pemain. Di musim debut Liga 1, Malut United mencatatkan prestasi impresif dengan finis di posisi ketiga klasemen. Capaian itu sempat membuat keduanya mendapatkan perpanjangan kontrak hingga 2026.

Namun, catatan prestasi tersebut tidak cukup untuk menghindarkan keduanya dari sanksi pemecatan. Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, menyatakan bahwa langkah tegas ini diambil karena temuan serius terkait pelanggaran integritas keuangan.

"Indikasi pelanggaran sudah kami pantau sejak dua tahun lalu, dan kami mengantongi bukti kuat terkait aliran dana yang tidak semestinya," ungkap Dirk dalam keterangan resmi, dikutip dari BolaSport dan Siwalimanews.

Baca Juga :


GLMPK Ancam Pidanakan Pansel Yang Menerima Honor Diluar Keputusan Bupati Tanggal 15 Mei 2025, Ini Alasannya



Menurut Dirk, modus yang dilakukan mencakup pemotongan dana dari kontrak pemain, baik lokal maupun asing. Salah satu skema yang terungkap adalah pemotongan fee sebesar 10 persen dari nilai kontrak pemain asing, yang kemudian dibagi antara direktur teknik dan pelatih.

"Contohnya, jika kontrak pemain asing Rp1 miliar, maka fee 10 persen atau Rp100 juta diambil oleh direktur teknik, dan sebagian juga mengalir ke pelatih," beber Dirk.

Tak hanya pemain asing, dugaan manipulasi juga menyasar kontrak pemain lokal. Dalam beberapa kasus, nilai kontrak pemain dinaikkan dua kali lipat tanpa sepengetahuan manajemen, kemudian kelebihan dana disedot oleh oknum pelatih dan direktur teknik.

"Misalnya, kontrak pemain sebenarnya hanya Rp100 juta. Tapi mereka buat Rp200 juta. Setelah manajemen membayar, Rp100 juta sisanya dikantongi oleh mereka," lanjut Dirk.

Pihak manajemen mengaku telah mengantongi bukti berupa bukti transfer dan pengakuan langsung dari sejumlah pemain serta agen. Jika Imran dan Yeyen menolak tuduhan tersebut, Dirk menegaskan pihaknya siap menempuh jalur hukum.

"Semua informasi berasal dari pengakuan pemain secara langsung. Tidak ada rekayasa dalam kasus ini," tegasnya.

Pemecatan ini menjadi pukulan berat bagi Malut United yang tengah bersiap menghadapi musim baru Liga 1. Namun, manajemen menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga integritas klub dan transparansi pengelolaan keuangan tim. (BAAS)

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X