Kamis, 4 Juni 2026

Selamat Datang di Sekolah Versi 06.30: Lebih Pagi, Lebih Disiplin, dan (semoga) Tetap Waras

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 9 Juli 2025 | 11:58 WIB
Foto istimewa
Foto istimewa

LOCUSONLINE, BANDUNG — Pelajar di Jawa Barat tampaknya harus bersiap menukar waktu sarapan dengan sepatu mengkilap. Mulai 14 Juli 2025, seluruh jenjang pendidikan akan memulai aktivitasnya sejak pukul 06.30 WIB, menyusul terbitnya Surat Edaran Gubernur Nomor: 58/PK.03/DISDIK. rabu, 9 Juli 2025

Pagi-pagi buta bukan lagi waktu untuk berselimut, tapi justru momen bagi siswa menyambut bendera dan barisan. Namun jangan khawatir — menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, kebijakan ini “opsional”, asalkan sekolah cukup lihai dalam menjelaskan apakah siswanya ngaji, tinggal di pegunungan, atau sekadar terlalu jauh dari realitas.

“Kalau memang anak-anak ngaji sampai jam 6, itu bisa jadi alasan,” ujar Purwanto. Tapi syaratnya: harus disurvei. Jangan sampai alasannya “kultural”, tapi sebenarnya hanya karena ogah bangun pagi.

Namun, bagi mereka yang tak bisa lolos dari radar edaran ini, bersiaplah: tahun ajaran baru tak hanya menghadirkan pelajaran dan jadwal baru, tapi juga wajah-wajah baru dari institusi negara berseragam. Ya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini bukan lagi sekadar ajang perkenalan sekolah, tapi medan pembentukan karakter — yang melibatkan TNI dan Polri.

Baca Juga : Rombel Jumbo Dedi Mulyadi: Sekolah Negeri Gemuk, Sekolah Swasta Sekarat


Bupati Garut Ucap Mantra Faporit Para Pejabat di Pelantikan Permata Intan: Mahasiswa Bangkit, Garut Masih Terlilit



Setiap hari selama MPLS, aparat akan hadir memberikan materi bela negara, kedisiplinan, hingga wawasan kebangsaan. Bahkan, kelas-kelas inspirasi juga akan disiapkan — dari tokoh-tokoh lokal yang diharapkan mampu membakar semangat siswa, yang barangkali masih terbakar rasa kantuk karena harus bangun sebelum ayam jantan.

“Ini bagian dari visi Gubernur untuk membentuk generasi Panca Waluya,” kata Purwanto tanpa menjelaskan secara rinci apakah Panca Waluya berarti kuat fisik, kuat mental, atau kuat menahan dingin pagi hari.

Sekilas, kebijakan ini tampak seperti ikhtiar membangun bangsa dari bangku sekolah. Tapi di balik jargon kedisiplinan dan bela negara, terselip ironi: mengapa pendidikan harus semakin mirip barak, sementara tantangan nyata anak-anak sekolah justru adalah akses, fasilitas, dan kecukupan gizi?

Dengan pengawalan aparat dan suara langkah sepatu laras di koridor, pendidikan Jabar tampaknya benar-benar sedang disiapkan bukan hanya untuk belajar, tapi untuk baris-berbaris — sebelum matahari terbit sepenuhnya. Selamat datang di sekolah versi 06.30: lebih pagi, lebih disiplin, dan (semoga) tetap waras. (Bhegin)

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X