Kamis, 4 Juni 2026

BPS Garut Siapkan Pondasi Data Ekonomi Lewat Pemutakhiran Wilkerstat Jelang Sensus Ekonomi 2026

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Senin, 14 Juli 2025 | 12:59 WIB
Kepala BPS Garut, Nevi Hendri (foto sc zoom)
Kepala BPS Garut, Nevi Hendri (foto sc zoom)

LOCUSONLINE, GARUT — Badan Pusat Statistik (BPS) tengah mempersiapkan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan melaksanakan kegiatan pemutakhiran kerangka geopasial dan muatan wilayah kerja statistik (wilkerstat) di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Garut. Langkah ini menjadi bagian dari proses pra-sensus untuk memastikan pendataan ekonomi berjalan akurat dan komprehensif. Senin, 14 Juli 2025

SE 2026 sendiri akan mencakup seluruh sektor ekonomi non-pertanian, mengingat sektor pertanian telah tercakup dalam Sensus Pertanian. Tujuan utamanya adalah menyediakan data dasar terkait kondisi dan dinamika kegiatan ekonomi Indonesia yang dibutuhkan dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional dan daerah.

Dalam pembukaan pelatihan Petugas Pemetaan Wilkerstat Online, Kepala BPS Garut Nevi Hendri, S.Si, M.M dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan pemutakhiran ini memiliki tiga target utama.

"Pertama, memperbarui muatan wilayah kerja statistik agar diperoleh master Satuan Lingkungan Setempat (SLS) yang mutakhir dan seragam. Kedua, menghasilkan kerangka geopasial terbaru dengan peta SLS yang telah disesuaikan berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Ketiga, menghimpun informasi mengenai titik-titik konsentrasi ekonomi seperti pasar, kawasan pertokoan, hingga area perdagangan lainnya," paparnya.

Lebih lanjut Nevi menegaskan, SE 2026 akan dilaksanakan dengan metode door to door yang berarti para petugas sensus akan mendatangi langsung setiap rumah dan tempat usaha. Oleh karena itu, keberadaan SLS sebagai unit wilayah terkecil sangat krusial dalam proses pencacahan. Namun, tantangan muncul karena SLS bersifat dinamis dan banyak terjadi pemekaran wilayah seperti RT baru yang belum tercakup dalam peta lama.

"Untuk itu, kegiatan pemutakhiran ini dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama berupa kegiatan lapangan di mana petugas dilatih untuk memperbarui peta wilayah dan melakukan geotagging—proses penandaan titik koordinat menggunakan GPS, baik pada batas SLS maupun kawasan konsentrasi ekonomi," jelas Nevi.

Baca Juga :


KPAD: Komitmen Setengah Jadi untuk Anak yang Sudah Terluka



Tahap kedua adalah pengolahan data hasil temuan lapangan, yang kemudian dijadikan dasar untuk penyusunan cakupan wilayah sensus secara nasional.

Kegiatan pemutakhiran SLS dan kerangka geopasial SE 2026 dilaksanakan di 24 kabupaten/kota di Jawa Barat yang tidak menjalankan kegiatan Pendataan Lengkap Usaha Mikro (PL-UMK) pada tahun 2023. Garut termasuk salah satu daerah yang ditetapkan sebagai wilayah pelaksana kegiatan ini.

Nevi juga menyampaikan pesan dan harapan dari Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, agar SE 2026 menjadi sensus ekonomi paling sukses sepanjang sejarah, dengan indikator utama berupa jangkauan dan cakupan usaha yang terdata secara menyeluruh.

"Sensus ini diharapkan mampu memberikan gambaran utuh tentang lanskap ekonomi nasional hingga ke tingkat lokal, serta menjadi acuan utama dalam pembangunan yang lebih inklusif, berbasis data, dan berkeadilan," pungkas Nevi. (Bhegin)

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X