Kamis, 4 Juni 2026

Kapolres Baru, Harapan Lama: Tongkat Estafet di Purwakarta yang Penuh Pesan Haru dan Beban Baru

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Senin, 14 Juli 2025 | 13:34 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

LOCUSONLINE, PURWAKARTA — Tongkat kepemimpinan di Polres Purwakarta resmi berpindah tangan. AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengambil alih komando dari pendahulunya, AKBP Lilik Ardhiansyah, dalam prosesi serah terima jabatan yang sarat formalitas dan air mata, Sabtu (12/7/2025), di Mapolres Purwakarta.

Dengan kalimat pembuka penuh kehati-hatian, AKBP Dewa menyampaikan niat tulusnya untuk mengemban amanah sebagai Kapolres Purwakarta. Ia berjanji meneruskan program kerja yang telah dirintis pendahulunya dan berusaha membawa institusi kepolisian di wilayah ini ke arah yang “lebih baik”—sebuah frasa klasik dalam setiap transisi jabatan, meski maknanya kerap multitafsir dan penuh ekspektasi publik.

“Saya mohon izin untuk masuk di Polres Purwakarta. Mari kita bersinergi, saling bahu membahu,” ujar Dewa di hadapan para perwira dan personel, mengawali hari pertamanya sebagai pucuk pimpinan di Mapolres.

Sementara itu, suasana emosional menyelimuti kepergian AKBP Lilik Ardhiansyah yang resmi ditugaskan sebagai Kapolres Brebes, Jawa Tengah. Dalam sambutan pamitnya, Lilik tak kuasa menahan air mata, menundukkan kepala di tengah suara haru dan tepuk tangan rekan-rekannya. Ia menyampaikan permintaan maaf karena merasa belum mampu memberikan kesejahteraan optimal selama menjabat.

“Saya bukan orang sempurna. Saya mohon maaf jika masih banyak kekurangan. Tapi semua yang saya lakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban di Purwakarta,” ucapnya lirih, sambil mengusap matanya yang basah.

Baca Juga :


Mencari Keadilan Melalui RDP ke Komisi III DPR RI, Advokat: Polri Harus Paparkan Tentang Scientifik Crime Investigation



Lilik dikenal sebagai sosok kalem dan bersahaja. Di akhir sambutannya, ia juga menitipkan harapan kepada seluruh anggota agar mendukung Kapolres yang baru dengan semangat yang sama seperti yang pernah diberikan padanya.

“Saya tahu siapa beliau. Saya yakin Kapolres yang baru bisa lebih hebat dari saya. Tolong bantu dan dukung beliau sebagaimana kalian mendukung saya,” pesannya, didampingi istri tercinta, Ira Lilik.

Meski dipenuhi pelukan hangat dan simbol-simbol persaudaraan institusional, prosesi pergantian ini menyisakan pertanyaan besar: akan ke mana arah kebijakan Polres Purwakarta ke depan? Di tengah tantangan kompleks penegakan hukum, perlindungan warga, dan keterbukaan informasi, publik menanti lebih dari sekadar janji retoris.

Kata-kata indah dan air mata perpisahan memang mengharukan, namun kinerja konkret dan keberanian mengambil langkah-langkah strategis jauh lebih menentukan. Kapolres baru bukan hanya dituntut melanjutkan warisan, tapi juga membuktikan bahwa estafet kepemimpinan bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab penuh integritas.

Kepemimpinan di lembaga kepolisian bukan panggung pidato dan prosesi pisah sambut semata. Di balik seragam, terdapat tanggung jawab menjaga rasa aman warga, menjunjung keadilan, dan memastikan hukum tidak hanya tajam ke bawah. Kini giliran AKBP Dewa membuktikan: apakah ia hanya pelanjut rutinitas, atau pemimpin yang mampu memberi warna baru dalam pelayanan dan penegakan hukum di Kabupaten Purwakarta. (Laela)

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X