Kamis, 4 Juni 2026

Wisata Religi dan Budaya di Garut: Menelusuri Jejak Sejarah dari Candi Cangkuang hingga Makam Godog

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Kamis, 11 September 2025 | 13:01 WIB


WISATA RELIGI, LOCUSONLINE.CO - Garut, selain terkenal dengan keindahan alamnya, juga menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang menarik untuk ditelusuri. Dari peninggalan kerajaan Hindu kuno hingga makam tokoh penyebar agama Islam yang dikeramatkan, Garut menawarkan pengalaman wisata religi dan budaya yang mendalam dan penuh makna. Mari kita menyelami jejak sejarah di dua tempat istimewa: Candi Cangkuang dan Makam Godog.





Candi Cangkuang: Saksi Bisu Kejayaan Hindu di Tanah Sunda





Candi Cangkuang adalah satu-satunya candi Hindu yang berhasil dipugar di Tatar Sunda. Terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, candi ini menjadi bukti penting tentang keberadaan agama Hindu di wilayah Jawa Barat pada masa lampau.





Sejarah Singkat Candi Cangkuang:






  • Peninggalan Kerajaan Sunda: Candi Cangkuang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi, pada masa Kerajaan Sunda Kuno. Candi ini menjadi pusat peribadatan bagi masyarakat Hindu yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.




  • Penemuan Kembali yang Tak Sengaja: Candi Cangkuang ditemukan kembali secara tidak sengaja pada tahun 1966 oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Uka Tjandrasasmita. Saat itu, kondisi candi sudah sangat memprihatinkan, hanya tersisa reruntuhan dan fondasi bangunan.




  • Proses Pemugaran yang Panjang: Proses pemugaran Candi Cangkuang dilakukan secara bertahap mulai tahun 1976. Pemugaran ini melibatkan rekonstruksi bangunan candi berdasarkan data arkeologis dan perbandingan dengan candi-candi Hindu lainnya di Indonesia.




  • Simbol Toleransi Beragama: Di sekitar Candi Cangkuang, terdapat makam Embah Dalem Arif Muhammad, seorang tokoh penyebar agama Islam yang dihormati oleh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan adanya toleransi beragama yang tinggi antara umat Hindu dan Islam di kawasan tersebut.





Arsitektur dan Keunikan Candi Cangkuang:





Candi Cangkuang memiliki ukuran yang relatif kecil dibandingkan dengan candi-candi Hindu lainnya di Jawa. Bangunan candi berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 8,5 x 8,5 meter dan tinggi sekitar 4,5 meter. Candi ini terbuat dari batu andesit yang disusun secara rapi. Di dalam candi, terdapat arca Siwa yang menjadi objek utama pemujaan.





Testimoni dari Sang Sejarawan:






"Candi Cangkuang adalah bukti penting tentang keberadaan agama Hindu di Tatar Sunda pada masa lampau. Candi ini juga menjadi simbol toleransi beragama yang tinggi antara umat Hindu dan Islam." - Dr. Nina Lubis, sejarawan Universitas Padjadjaran


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X