Kamis, 4 Juni 2026

Panen 140 Ton Jagung di Garut, Solar Dryer Dome Dijanjikan, Harga Rakyat Ditahan Napas

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Senin, 29 September 2025 | 09:42 WIB
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mendampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, dalam kegiatan Panen Jagung Serentak Kuartal III yang berlangsung di Kampung Tagog, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Sabtu (27/9/2025).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mendampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, dalam kegiatan Panen Jagung Serentak Kuartal III yang berlangsung di Kampung Tagog, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Sabtu (27/9/2025).


"Kegiatan panen raya ini memang tampak megah ada jagung berkarung-karung, ada pejabat berjejer rapi, ada pula alat modern yang siap dipamerkan. Tapi di balik semua itu, rakyat kecil hanya bisa berharap, semoga panen 140 ton jagung ini bukan sekadar headline, melainkan betul-betul jadi jawaban atas harga jagung dan kebutuhan pangan yang kian mencekik."





LOCUSONLINE, GARUT – Kabupaten Garut kembali unjuk gigi sebagai “gudang jagung” Jawa Barat. Pada panen serentak kuartal III di Kampung Tagog, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Sabtu (27/9/2025), jagung yang dipanen bukan hanya mencapai 140 ton dari lahan 41 hektare, tapi juga memanen sederet janji swasembada pangan dan wacana pasar murah yang belum tentu murah.





Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, yang turut hadir bersama Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Putri Karlina, tampak puas melihat hamparan jagung yang siap dibawa ke gudang. Dengan bangga, ia menyebut Garut sudah menyumbang lebih dari 40 persen pasokan jagung untuk Jawa Barat.






“Saya bangga kepada Kabupaten Garut karena sudah mensuplai 40 persen lebih jagung ke tingkat Provinsi Jawa Barat,” kata Kapolda dengan nada optimistis, meski harga jagung di pasar rakyat seringkali masih membuat dompet warga ikut mengering.






Hasil panen kali ini memang terlihat menjanjikan. Dari total lahan 41 hektare, jagung yang dihasilkan mencapai 140 ton, sementara di lahan khusus seluas 2,13 hektare panen mencapai 6,5 ton. Namun angka-angka besar itu tak otomatis menjawab pertanyaan lama: apakah panen raya juga berarti perut rakyat ikut kenyang?





Untuk menjaga kualitas produksi, Kapolda memperkenalkan Solar Dryer Dome, alat pengering berbasis energi matahari yang katanya bisa membuat jagung lebih awet. “Alat ini memaksimalkan penyerapan sinar matahari dan sirkulasi udara, sehingga mempercepat proses pengeringan dan menjaga kualitas produk,” ujarnya. Dengan kata lain, jagungnya memang terjamin kering, meski harapan petani belum tentu basah.






Baca Juga : 1.911 Bidang Tanah Disidangkan, Reforma Agraria Masih Jadi Lelucon Serius?


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X