Kamis, 4 Juni 2026

Bupati Garut Deklarasikan “Mimpi Jadi Sarjana”: Kampus Jadi Mitra, Mahasiswa Jadi Tukang Beres Desa

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 09:45 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama sejumlah perguruan tinggi di Garut memperkuat komitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Pemadanan Data Program Bantuan Pendidikan Tinggi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama sejumlah perguruan tinggi di Garut memperkuat komitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Pemadanan Data Program Bantuan Pendidikan Tinggi.


"Di balik jargon “dreams come true” dan “charity”, terselip realita: keterbatasan dana, beban idealisme mahasiswa, dan harapan besar bahwa intelektual muda bisa menambal lubang pembangunan desa yang sudah kronis."





LOCUSONLINE, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut resmi mengikat “perjanjian mimpi bersama” dengan 18 perguruan tinggi lewat penandatanganan kerja sama dan pemadanan data bantuan pendidikan. Misi utamanya: mencetak sarjana desa yang siap jadi pasukan pembangunan tanpa banyak biaya alias program charity ala pemerintah daerah.





Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, yang menyebut kerja sama ini sebagai “dreams come true”. Mimpi siapa? Tentu saja mimpi pemerintah daerah memiliki sarjana siap pakai tanpa perlu investasi besar selain beasiswa terbatas dan idealisme mahasiswa.






“Dulu saya janji ingin memberikan kesempatan orang Garut untuk kuliah. Alhamdulillah, dibantu Bapak Ibu semua, ini bisa terealisasi,” ujarnya bangga seolah mimpi kampanye telah berubah menjadi program kerja kolektif antara pemerintah, kampus, dan mahasiswa yang tidak rewel.







Baca Juga : Guru Madrasah Sampaikan Aspirasi, Pemda Garut Janjikan Komitmen: “InsyaAllah Nanti Dibahas Lagi”






Program ini mencakup 1 Desa 1 Sarjana, Beasiswa Mahasiswa Garut, dan KKN GRADASI sebuah program gotong royong yang memadukan idealisme akademik dengan realita birokrasi. Total 1.125 mahasiswa kini menjadi penerima bantuan, meski dana Rp4 juta per semester hanya diberikan sekali per orang, supaya bisa “digilir” ke mahasiswa lain. Efisien, bukan?






“Saya berharap tidak ada biaya tambahan buat mahasiswa 1 Desa 1 Sarjana, karena ini program charity kita,” tegas Bupati, yang tampak ingin memastikan program ini tak membebani APBD setidaknya tidak terlalu banyak.


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X