Kamis, 4 Juni 2026

Bupati Garut Gerak Cepat Inventarisasi Jembatan Yang Baru Ingat Infrastruktur Setelah ‘Jebol Duluan di Tempat Lain’

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Minggu, 30 November 2025 | 13:02 WIB
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, instruksikan camat hingga kepala desa se-Kabupaten Garut untuk melakukan percepatan pendataan dan inventarisasi seluruh jembatan di Kabupaten Garut, terutama jembatan vital yang menghubungkan akses ke satuan pendidikan dan sarana publik. Arahan ini disampaikan secara virtual dari Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Jumat (28/11/2025).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, instruksikan camat hingga kepala desa se-Kabupaten Garut untuk melakukan percepatan pendataan dan inventarisasi seluruh jembatan di Kabupaten Garut, terutama jembatan vital yang menghubungkan akses ke satuan pendidikan dan sarana publik. Arahan ini disampaikan secara virtual dari Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Jumat (28/11/2025).


LOCUSONLINE, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut tiba-tiba tancap gas. Bukan karena jembatan di Garut mendadak hilang, tapi karena Mendagri Tito Karnavian mengingatkan bahwa jembatan di Aceh jebol, dan semua daerah diminta waspada. Seolah baru teringat bahwa jembatan adalah bagian dari peradaban, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin langsung menginstruksikan camat dan kepala desa se-kabupaten untuk melakukan percepatan pendataan, Jumat (28/11/2025).





Instruksi itu disampaikan secara virtual dari Command Center Diskominfo Garut tempat yang makin sering dipakai untuk mengumandangkan tugas-tugas mendadak yang “mendadak penting”.





Syakur tidak bertele-tele. Kira-kira begini intinya “Jembatan di Aceh jebol. Kita jangan nunggu jebol dulu baru ribut.”





Kepanikan terukur ala birokrasi pun dimulai. Pemerintah Pusat meminta semua daerah menginventarisasi jembatan yang rawan, rusak, atau sudah lama diminta warga tapi tak kunjung dibangun. Targetnya cepat: data harus tiba di meja Jakarta tanggal 3 Desember. Artinya, aparatur Garut punya waktu kurang dari seminggu untuk “mendata semua jembatan yang kelihatan maupun yang hampir tak kelihatan”.






Baca Juga : 113 Tahun Berlari, Semangat Muhammadiyah Menggema dari Cibiuk untuk Maju Bersama Bangsa






Syakur menyoroti tiga fungsi vital jembatan:






  1. Pendidikan – Anak sekolah tidak mungkin menyeberang sungai menggunakan tekad.




  2. Kesehatan – Pasien butuh akses, bukan harapan.




  3. Ekonomi – Aktivitas masyarakat sulit bergerak kalau jembatannya ikut-ikutan rebahan.





Namun, seperti biasa, instruksi cepat tidak selalu berarti pekerjaan cepat. Garut kini berpacu dengan waktu. Formulir pendataan akan segera dikirimkan ke camat dan kepala desa, lengkap dengan permintaan dokumentasi: lokasi, foto, panjang, jenis, nama sungai, hingga mungkin siapa yang terakhir kali melewatinya.


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X