[Locusonline.co] BANDUNG – Musim hujan dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia membawa peringatan serius bagi para pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa menerjang banjir dengan mobil listrik dapat menimbulkan kerusakan fatal pada sistem kelistrikan dan sensor kendaraan, dengan biaya perbaikan yang selangit.
"IP67 itu jaminan darurat, bukan jaminan kendaraan bisa digunakan semaunya untuk menerobos banjir," tegas Yannes saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Mitos dan Fakta: IP67 Bukan Tiket Gratis Menerjang Banjir
Banyak pemilik EV terkecoh dengan sertifikasi IP67 atau IP68 pada baterai utama kendaraan. Standar ini memang menjamin bahwa baterai kedap air dan dapat bertahan dalam perendaman sementara. Namun, Yannes menegaskan bahwa itu adalah jaminan darurat, bukan lisensi untuk berkendara di tengah banjir.
Risiko terbesar justru tidak langsung berasal dari baterai tegangan tinggi, melainkan dari sistem kelistrikan 12 volt serta ratusan sensor kecil yang menjadi "otak" pengoperasian mobil. Komponen-komponen ini, seperti ECU, modul ABS, hingga sensor parkir, tersebar di berbagai titik kendaraan dan umumnya tidak memiliki perlindungan sekuat battery pack.
Ancaman Senyap: Korosi yang Baru Terasa Berminggu-Minggu Kemudian
Air banjir yang keruh atau air rob yang mengandung garam dapat memicu korosi secara perlahan. Kerusakan akibat korosi bersifat progresif dan seringkali tidak langsung terlihat.
"Gejalanya bisa baru muncul beberapa minggu atau bulan kemudian, seperti error sensor, fitur ADAS mendadak nonaktif, atau alarm palsu," ujar Yannes.
Lebih lanjut, kerusakan akibat korosi umumnya tidak dapat diperbaiki dan harus diatasi dengan penggantian modul elektronik. Selain harganya mahal dan stoknya sering terbatas, penggantian modul juga kerap memerlukan kalibrasi ulang sistem, termasuk radar dan kamera fitur keselamatan. Jika kalibrasi tidak presisi, fitur seperti pengereman darurat atau lane keep assist justru bisa menjadi berbahaya.