Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Negeri Diminta Panglima TNI Siaga 1 Dari Langit Sampai Terminal Bus

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Senin, 9 Maret 2026 | 17:13 WIB


LOCUSONLINE, JAKARTA - Di tengah dunia yang sedang hobi ribut dan kawasan geopolitik yang kadang lebih panas dari cuaca siang hari, Tentara Nasional Indonesia memutuskan untuk memasang mode “siaga penuh”. Panglima TNI, Agus Subiyanto, mengeluarkan perintah Siaga 1 untuk seluruh jajaran militer. Sebuah sinyal yang terdengar serius karena kalau tentara sudah bilang siaga, biasanya bukan sekadar latihan baris-berbaris.





Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, membenarkan keberadaan telegram tersebut ketika dikonfirmasi media pada Sabtu malam. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan itu merupakan bagian dari tugas profesional TNI menjaga kemampuan tempur, merawat kesiapan operasi, dan tentu saja bersiap menghadapi dinamika lingkungan strategis baik internasional, regional, maupun dalam negeri.





Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani Asisten Operasi Panglima TNI, Bobby Rinal Makmun, pada 1 Maret 2026. Dalam dokumen itu terdapat tujuh instruksi utama yang intinya sederhana: seluruh kekuatan militer diminta siap, lengkap dengan personel dan alat utama sistem persenjataan.





Instruksi pertama ditujukan kepada para Panglima Komando Utama Operasi TNI untuk memastikan prajurit dan alutsista berada dalam kondisi siap digunakan kapan saja. Singkatnya, bukan hanya senjata yang harus siap, tetapi juga orang yang mengoperasikannya.





Perintah berikutnya memperluas kewaspadaan ke berbagai titik yang dianggap strategis. Prajurit diminta melakukan patroli di pusat-pusat aktivitas publik dan ekonomi, mulai dari bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta, terminal bus, hingga fasilitas kelistrikan milik Perusahaan Listrik Negara. Jika biasanya lokasi-lokasi itu ramai oleh penumpang dan pedagang, kini mereka juga akan ditemani patroli militer.






Baca Juga : Ketika Dunia Memanas, Telegram TNI Siaga 1 Pun Meluncur






Di sektor udara, Komando Pertahanan Udara Nasional diminta meningkatkan pengawasan secara terus-menerus. Artinya, langit Indonesia akan dipantau selama 24 jam penuh karena dalam urusan keamanan, lebih baik terlihat terlalu waspada daripada menyesal belakangan.


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X