[Locusonline.co] JAKARTA, 13 April 2026 – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (13/4/2026). Berdasarkan pantauan dari situs resmi Logam Mulia (logammulia.com) pukul 08.45 WIB, harga emas satuan 1 gram dibanderol Rp2.818.000 per batang, atau turun Rp42.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penurunan ini terjadi setelah pada perdagangan Sabtu (12/4/2026), harga emas Antam sempat naik Rp3.000 ke level Rp2.860.000 per gram. Kini, harga kembali terkoreksi cukup dalam hanya dalam rentang dua hari perdagangan.
Seluruh pecahan emas Antam ikut mengalami penyesuaian harga mengikuti pergerakan harga emas 1 gram. Berikut daftar lengkap harga emas Antam per 13 April 2026:
| Berat | Harga (Rp) |
|---|---|
| 0,5 gram | 1.419.000 |
| 1 gram | 2.818.000 |
| 2 gram | 5.576.000 |
| 3 gram | 8.339.000 |
| 5 gram | 13.865.000 |
| 10 gram | 27.675.000 |
| 25 gram | 69.062.000 |
| 50 gram | 138.045.000 |
| 100 gram | 276.012.000 |
| 250 gram | 689.765.000 |
| 500 gram | 1.379.320.000 |
| 1000 gram | 2.758.600.000 |
Harga Buyback Juga Melemah
Harga buyback atau pembelian kembali emas Antam oleh PT Antam juga ikut melemah. Hari ini, harga buyback berada di level Rp2.585.000 per gram, atau turun Rp42.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Selisih (spread) antara harga jual dan harga buyback saat ini tercatat sebesar Rp233.000 per gram (harga jual Rp2.818.000 - harga buyback Rp2.585.000). Spread ini menjadi biaya transaksi yang perlu diperhatikan investor jika berniat menjual emas dalam waktu dekat.
Sejalan dengan Pelemahan Harga Emas Global
Pergerakan harga emas Antam sejalan dengan tren harga emas global. Pada perdagangan Jumat pekan lalu (10/4/2026), harga emas dunia ditutup di US$4.747,49 per troy ons, atau melandai tipis 0,34%. Namun secara keseluruhan, harga emas masih mencatatkan kenaikan 1,54% sepanjang pekan lalu.
Memasuki perdagangan Senin (13/4/2026) pukul 06.29 WIB, harga emas global ambruk 2,01% ke level US$4.651,94 per troy ons. Pelemahan ini dipicu oleh menguatnya kembali dolar AS akibat meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah.