Lansia Indonesia Masih Bergantung pada Keluarga
Persoalan semakin rumit ketika data BPS menunjukkan sebagian besar lansia Indonesia belum memiliki kemandirian finansial yang kuat.
Sebanyak 48,56 persen lansia masih bergantung pada bantuan keluarga sebagai sumber penghidupan utama. Hanya 37,72 persen yang mengandalkan pekerjaan, sementara penerima pensiun tercatat 8,82 persen. Adapun yang hidup dari tabungan dan investasi hanya sekitar 1,13 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa keluarga masih menjadi "jaminan sosial terbesar" di Indonesia, jauh melampaui peran dana pensiun maupun instrumen investasi.
Dalam praktiknya, ketika orangtua memasuki usia rentan, anak-anak produktiflah yang menjadi penyangga utama kebutuhan ekonomi keluarga.
Baca Juga: Cara Cek MBG Apa Makanannya Masih Layak Dimakan? Melalui Aplikasi Reviu Menu MBG
Biaya Perawatan Lansia Jadi Bom Waktu Baru
Peningkatan jumlah lansia juga membawa konsekuensi lain berupa lonjakan biaya kesehatan dan perawatan.
Semakin panjang usia harapan hidup, semakin besar pula kebutuhan layanan medis, obat-obatan, hingga pendampingan harian. Situasi ini kerap memunculkan konflik dalam keluarga terkait pembagian tanggung jawab finansial maupun emosional.
Banyak pekerja produktif akhirnya harus mengurangi jam kerja atau melewatkan peluang karier demi merawat anggota keluarga yang menua.
Akibatnya, kemampuan mereka membangun aset jangka panjang menjadi terganggu. Tabungan pensiun, investasi hingga kepemilikan rumah sering kali harus dikalahkan oleh kebutuhan keluarga yang lebih mendesak.
Daerah Menua Bertambah, Tantangan Kian Nyata
SUPAS 2025 mencatat sebanyak 16 provinsi telah memasuki fase aging population.
Provinsi dengan persentase lansia tertinggi adalah:
- Daerah Istimewa Yogyakarta: 17,83 persen
- Jawa Timur: 15,45 persen
- Bali: 15,07 persen
Sebaliknya, persentase lansia terendah tercatat di Papua Tengah dengan angka 6,71 persen.
Artikel Terkait
Dinas Pertanian & PUPR Garut 'Tumbal' atau Dalang? Pelapor Siapkan Ratusan Masa Datangi Polres Garut Dikasus Izin Lahan PT Pratama Abadi Industri
Pabrik PT Pratama Abadi Industri Berdiri di Atas Lahan Terlarang?, Pelapor : “Bukan Izin Tapi Cuma Restu!”
Pontianak Jadi Panggung Voli Asia: Kalbar Mau Naik Kelas, Bukan Cuma Penonton Turnamen
Tikus Bawa Virus: Soetta Perketat Pengawasan Virus Hanta dari Penumpang Internasional
AFC Hukum Persib Rp3,5 Miliar: Flare Menyala, Dompet Klub Ikut Terbakar
Pendaftaran Mitra Sensus Ekonomi 2026 BPS Dikeluhkan: Website Lemot, Captcha Galak, Email Aktivasi Menghilang Misterius
Kemenag Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei, Hilal Akhirnya “Absen Drama” dan Tampil Sesuai Jadwal
Cara Cek MBG Apa Makanannya Masih Layak Dimakan? Melalui Aplikasi Reviu Menu MBG
Konvoi Juara Persib 2026 Tinggalkan “Piala” Sampah, Bandung Panen Botol dan Bekas Flare
Ombudsman Sentil PLN: Listrik Pulih di Konferensi Pers, Padam di Lapangan Blackout Lagi Deh...