Bagi banyak kalangan militer, Ryamizard bukan hanya seorang jenderal, melainkan simbol generasi prajurit yang tumbuh dalam disiplin keras, namun tetap menjaga loyalitas terhadap negara dan konstitusi.
Prosesi pemakaman turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan TNI-Polri. Hadir di antaranya Agus Subiyanto, Listyo Sigit Prabowo, Luhut Binsar Pandjaitan, Maruli Simanjuntak, Muhammad Ali, serta Mohamad Tonny Harjono.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa penghormatan terhadap Ryamizard melampaui sekat jabatan dan generasi.
Hari-hari politik biasanya dipenuhi pergantian posisi, perebutan pengaruh, dan perebutan panggung. Namun kematian seorang negarawan sering kali menghadirkan pelajaran yang lebih sunyi: jabatan memang memiliki masa berlaku, tetapi pengabdian memiliki umur yang jauh lebih panjang.
Kepergian Ryamizard Ryacudu menutup satu bab perjalanan seorang prajurit yang mengabdikan hidupnya untuk negara. Namun bagi banyak orang yang mengenalnya, nama itu akan tetap hidup sebagai bagian dari sejarah pertahanan Indonesia, sebuah pengingat bahwa kehormatan sejati tidak lahir dari banyaknya sorotan, melainkan dari panjangnya dedikasi.
"Seorang prajurit boleh berpulang, tetapi nilai pengabdiannya akan terus bertugas dalam ingatan bangsa," red.*****
Artikel Terkait
Hari Kartini Garut 2026: Antara Kebaya Seremonial dan Tuntutan Perempuan Multitasking di Era Digital
Bapas Garut Kejar Predikat WBK/WBBM 2026 Harapan Birokrasi Bersih yang Tak Sekadar File Rapi
Status Relawan Kebersihan Garut Menggantung, DPRD Janji “Segera Jelas” Minimal Sebulan Lagi atau Sampai Sapu Lelah Duluan
Permintaan Tusuk Sate Jelang Idul Adha Melejit, Perajin Desa Padahurip Garut Lembur Demi “Kemakmuran Daging Kurban”
Media Sosial Pemerintah Garut dan Calon Sekda Disorot Wabup Putri Karlina
Desa Wisata Jadi “Mesin Uang Rakyat”? Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Jawa Timur Contoh Sukses, Asal Semua Mau Gotong Royong (Termasuk CSR)
Pajak Baru Ditahan Dulu: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tunggu Daya Beli Pulih, Rakyat Bernapas Lega Sementara
Ekonomi Indonesia Disebut “Aman 3 Bulan ke Depan”, Luhut Lapor ke Prabowo: Siap-Siap Kalau Dunia Tiba-Tiba Drama Lagi
Ekonomi Syariah Disebut “Lebih Tahan Banting” di Tengah Krisis Global, Menag: Bukan Ideologi, Ini Soal Akal Sehat Ekonomi
Program Pendidikan Inklusif 2026 Dikebut, Pemerintah Cari 1.500 Guru “Super Sabar” untuk Hadapi Realita Sekolah Tanpa Sekat