Ambulans sibuk mondar-mandir membawa siswa ke RSUD Banjar, PMC, dan Mitra Idaman. Diandini hanya berharap insiden ini tak membuat siswanya trauma makan gratis.
Kasus keracunan MBG kali ini bukan yang pertama, dan boleh jadi bukan yang terakhir. Dari Pangandaran sampai Banjar, pola kejadiannya sama: siswa lapar, makan gratis, lalu sakit berjamaah. Program yang dimaksudkan untuk menyehatkan, ironisnya justru menguji ketahanan fisik.(Bhegin)