Mahasiswa yang ikut KKN GRADASI dipuji karena dianggap punya komitmen tinggi dan “tidak rewel” kalimat yang terdengar seperti pujian dan peringatan dalam satu napas. Mereka akan menjadi “tangan panjang” pemerintah di desa-desa, dengan idealisme sebagai bahan bakar utama.
“Belajar itu tidak harus selalu di kampus, bisa di luar kampus,” kata Bupati, seolah mengatakan bahwa bangku kuliah kini resmi berpindah ke balai desa dan sawah.
Rektor IPI Garut Prof. Nizar Alam Hamdani ikut memberi restu program ini. Ia menilai program sarjana desa adalah investasi strategis, mengingat baru ada dua daerah yang berani menjalankannya: Tegal dan Garut dua daerah yang kini mungkin sedang menguji kesabaran mahasiswa.
“Kami mengapresiasi inisiatif Bapak Bupati. Ini implementasi visi peningkatan SDM,” katanya dengan nada penuh optimisme.
Jika berjalan lancar, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan desa-desa di Garut akan dipenuhi sarjana-sarjana muda yang turun langsung ke lapangan, menggabungkan ilmu, idealisme, dan mungkin sedikit “ngutang” untuk biaya tambahan yang tak terduga.(Suradi)