Pernyataan yang tampak sederhana, kecuali untuk warga yang rumahnya sudah keburu jadi live streaming banjir setiap musim penghujan.
Di sisi lain, BMKG turut mengeluarkan imbauan waspada menjelang awal Desember. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jabar, Teguh Rahayu, menyebut potensi cuaca ekstrem akan meningkat hujan lebat, angin kencang, hingga kilat yang bisa bikin listrik nyalahati warga tanpa permisi.
“Situasi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang cukup signifikan. Ada Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka, dan Siklon Tropis Koto di Laut Filipina,” kata Teguh.
Dengan dua siklon ini, Jawa Barat resmi masuk mode surprise weather season cuacanya abstrak, tapi akibatnya sangat konkret.
Peringatan datang berlapis, imbauan disiarkan berkali-kali, dan masyarakat sekali lagi diminta bersiap. Sebab selama bertahun-tahun, bencana di Jawa Barat bukan lagi soal “apakah terjadi”, melainkan “kapan datangnya” dan “siapa yang kebagian fotonya viral lebih dulu”.
Pada akhirnya, peta kerawanan BPBD memang selalu diperbarui. Hanya saja, warga berharap suatu hari nanti peta itu berubah warna bukan karena bencana makin luas, tetapi karena penanganannya akhirnya tuntas dan bukan cuma tuntas di konferensi pers.*****