"peta kerawanan BPBD memang selalu diperbarui. Hanya saja, warga berharap suatu hari nanti peta itu berubah warna bukan karena bencana makin luas, tetapi karena penanganannya akhirnya tuntas dan bukan cuma tuntas di konferensi pers."
LOCUSONLINE, BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat kembali merilis peta kerawanan bencana. Seperti biasa, peta itu menegaskan hal yang sudah diketahui warga sejak lama: Jawa Barat rawan banjir, rawan longsor, rawan apa saja kecuali rawan pembangunan tepat sasaran.
Menurut Hadi Rahmat, Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, wilayah selatan Jabar punya potensi longsor dan banjir bandang, sementara wilayah utara rawan banjir biasa. Adapun Bogor dan Bandung? Lengkap. Mau longsor ada. Mau banjir ada. Mau genangan bonus juga ada.
“Potensi longsornya ada, genangannya ada,” ujar Hadi, seolah sedang mempromosikan paket wisata bencana yang all-in.
BPBD Jabar mengklaim terus memantau cuaca secara real-time bersama BMKG, terlebih setelah status siaga darurat ditetapkan. Masyarakat diminta memantau informasi melalui kanal resmi, termasuk media sosial. Syaratnya cuma satu jaringan internetnya tidak putus saat hujan deras.
“Kami minta masyarakat selalu pantau BMKG atau BPBD Jabar secara real time,” ujarnya.
Baca Juga : Tanah Bergeser, Rumah Ambruk, Pemerintah Masih Sibuk Rapat: Caringin Menunggu Siapa yang Bergerak Duluan