ragam

1.492 Ton vs 981 Ton: Pertarungan Harian Bandung Melawan Sampah Berbuah Penghargaan

Sabtu, 6 Desember 2025 | 11:45 WIB


[BANDUNG, Locusonline.co] – Kota Bandung berhasil meraih penghargaan bergengsi Green City Transformation Award, sebuah pengakuan nasional atas komitmen dan terobosan dalam mengelola persoalan sampah perkotaan yang kronis. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang dalam kesempatan itu secara blak-blakan membeberkan realita dan strategi perang melawan timbunan sampah kota.





Dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor, Farhan membuka penerimaan penghargaan ini sebagai momen langka. “Saya termasuk orang yang jarang menerima anugerah. Terakhir tahun 2001. Selebihnya selalu tim yang dapat. Jadi ini cukup istimewa,” ucapnya disambut tawa audiens yang terdiri dari tokoh media, perwakilan kementerian, dan undangan.





Namun, di balik candaannya, Farhan memaparkan data keras yang menjadi tantangan harian Bandung. Berdasarkan data pemerintah pusat, tim bul an sampah Kota Bandung mencapai 1.492 ton per hari. Sementara, kapasitas pengangkutan dan pengolahan yang ada baru mampu menangani 981 ton.





“Artinya, ada 510 ton sampah yang 'tertinggal' di dalam kota kita setiap harinya. Itulah fakta pahit yang harus kita hadapi bersama,” tegas Farhan.





Maraton Pengelolaan Sampah: Dari 510 Ton ke 340 Ton





Sejak Maret 2025, Pemerintah Kota Bandung melakukan perbaikan sistem secara masif. Hasilnya mulai terlihat: sekitar 250 ton sampah per hari kini berhasil dipilah, diolah, dan dimanfaatkan. Namun, perjuangan belum usai. “Masih ada sisa 340 ton yang belum tertangani penuh. Ini bukan lari sprint, tapi maraton,” kata Farhan, menegaskan bahwa transformasi adalah proses berkelanjutan.





Strategi Revolusioner: "Pasukan Hijau" hingga ke Rumah Warga





Kunci strategi Bandung terletak pada penguatan pasukan di garis depan. Saat ini, sudah ada 870 penyapu jalan dan 1.800 GoBer (Petugas Kebersihan RW) yang menjadi ujung tombak.





Rencana yang lebih ambisius akan dimulai tahun 2026: merekrut 1.597 Petugas Pemilah Sampah, satu orang untuk setiap RW di Bandung. Tugas mereka langsung turun ke lapangan: mendatangi rumah warga, memastikan pemilahan sampah organik dan anorganik dilakukan dengan benar.


Halaman:

Tags

Terkini