Kamis, 4 Juni 2026

1.492 Ton vs 981 Ton: Pertarungan Harian Bandung Melawan Sampah Berbuah Penghargaan

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 11:45 WIB



“Nanti akan ada yang mengetuk pintu, 'Punten Bu, mana sampah organiknya? Yang non-organik tinggalin, nanti ada yang ambil.' Itu akan menjadi kebiasaan baru di Bandung,” ujar Farhan menggambarkan sistem yang personal dan edukatif. Jika seluruh rencana berjalan, total akan ada lebih dari 4.250 personel yang secara aktif menjaga kebersihan kota setiap hari.





Teknologi Pendukung: Dari Insinerator hingga Biodigester Pasar





Farhan menekankan, pertempuran melawan sampah tak bisa hanya mengandalkan truk dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kota Bandung sedang membangun 30 unit insinerator berkapasitas 10 ton serta mengadopsi teknologi seperti roller dryer untuk sampah organik.





Terobosan signifikan juga dilakukan di sumber sampah terbesar: pasar tradisional. “Di Pasar Gedebage, ada 8 ton sampah, terutama dari kulit pisang, yang muncul setiap hari. Sekarang, jam 12 siang semuanya sudah hilang—terolah habis,” jelas Farhan. Fasilitas biodigester di pasar-pasar seperti Gedebage dan Sarijadi mengubah sampah organik menjadi energi dan kompos.





Perang Persepsi: Komunikasi Publik Sama Pentingnya dengan Teknologi





Di akhir paparannya, Farhan menyentuh aspek non-teknis yang krusial: persepsi publik. “Sampah bukan hanya soal fisik, tapi juga soal persepsi. Bau sedikit, publik protes. Karena itu, komunikasi publik sama pentingnya dengan membangun insinerator,” tuturnya.





Ia pun secara khusus mengajak PRMN dan seluruh media untuk berperan aktif dalam edukasi publik, mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi mengelolanya sejak dari sumber.





Penghargaan Green City Transformation Award ini bukanlah garis finis, melainkan tanda pengakuan di tengah maraton panjang Bandung menuju kota yang benar-benar berkelanjutan. Dengan kombinasi strategi personal, teknologi, dan komunikasi, Bandung berusaha membuktikan bahwa mengelola sampah perkotaan bukanlah mission impossible. (**)


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X