Secara keseluruhan, sepanjang 2025, KPK telah melakukan 11 kali Operasi Tangkap Tangan dan menetapkan 118 tersangka. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menegaskan bahwa operasi-operasi ini mengungkap praktik korupsi yang sistematis di sektor pemerintahan, seperti layanan kesehatan, pekerjaan umum, hingga jual beli jabatan .
Langkah Selanjutnya dan Tantangan Penyidikan
Dengan temuan penghapusan percakapan di telepon genggam, penyidikan memasuki babak yang lebih teknis dan kompleks. Tim forensik digital KPK kini memiliki tugas untuk memulihkan data yang terhapus. Keberhasilan memulihkan data ini bisa menjadi kunci untuk mengungkap jaringan yang lebih luas dan pola komunikasi tersangka.
KPK juga menyatakan bahwa rangkaian penggeledahan masih akan berlanjut ke "titik-titik berikutnya". Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa penyidikan masih terus meluas, berpotensi menjangkau pihak-pihak lain yang terlibat dalam skema pengadaan proyek di Pemkab Bekasi.
Kasus ini sekali lagi menyoroti kerentanan sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah terhadap praktik korupsi, serta pentingnya pengawasan yang ketat sejak tahap perencanaan anggaran. Masyarakat kini menunggu, apakah bukti digital yang terhapus itu dapat dikembalikan, untuk mengungkap kebenaran skandal miliaran rupiah di Bekasi. (**)