ragam

Libur Nataru Datang, Sampah Ikut Piknik, Bandung Kebanjiran Hingga 30 Persen

Senin, 29 Desember 2025 | 13:42 WIB


[Locusonline.co, Bandung] Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu membawa dua hal ke Kota Bandung: wisatawan dan sampah. Saat ribuan orang datang menikmati liburan, produksi sampah Kota Bandung ikut melonjak tajam. Tahun ini, kenaikannya diperkirakan mencapai 30 persen dan menjadi tantangan serius bagi pengelolaan kebersihan kota.





Nataru dan Tradisi Tahunan Bernama Lonjakan Sampah





Momentum libur Nataru sudah lama menjadi “musim panen” bagi sektor pariwisata Kota Bandung. Hotel penuh, pusat belanja ramai, dan kawasan wisata dipadati pengunjung. Namun di balik geliat ekonomi tersebut, ada persoalan klasik yang selalu muncul: lonjakan volume sampah.





Setiap tahun, peningkatan produksi sampah saat libur Natal dan Tahun Baru nyaris tak terhindarkan. Aktivitas konsumsi meningkat drastis, mulai dari makanan kemasan, minuman sekali pakai, hingga sampah hasil perayaan malam pergantian tahun yang kerap meninggalkan jejak panjang di ruang publik.





Produksi Sampah Kota Bandung Naik 30 Persen





Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengungkapkan bahwa pada masa libur Nataru 2025, volume sampah mengalami kenaikan signifikan. Tahun ini, peningkatan produksi sampah diperkirakan mencapai sekitar 30 persen dibandingkan hari normal.





Menurut Darto, lonjakan tersebut merupakan pola berulang yang selalu terjadi setiap akhir tahun. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar persoalan sampah tidak mengganggu kenyamanan warga maupun wisatawan yang berlibur di Kota Bandung.





Sampah Bisa Tembus 1.800 Ton per Hari





Puncak persoalan sampah biasanya terjadi saat malam Tahun Baru. Pada momen tersebut, produksi sampah Kota Bandung diperkirakan bisa mencapai 1.800 ton per hari. Angka ini menunjukkan betapa besarnya tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah kota.





Lonjakan sampah berasal dari berbagai sumber, seperti kawasan wisata, pusat kuliner, area publik, serta permukiman warga. Sampah plastik, sisa makanan, dan limbah perayaan menjadi jenis sampah yang paling mendominasi selama periode libur Nataru.


Halaman:

Tags

Terkini