ragam

Data BPS: Pengangguran Muda Dominasi TPT Kabupaten Bandung Barat

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:17 WIB




  1. Mismatch Kompetensi: Lulusan tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja modern.




  2. Ledakan Angkatan Kerja: Jumlah penduduk muda yang memasuki usia kerja sangat besar, ditambah arus urbanisasi ke pusat ekonomi seperti Bandung Raya.




  3. Transformasi Industri: Adopsi otomasi dan teknologi mengurangi permintaan untuk tenaga kerja tidak terampil.




  4. Dominasi Sektor Informal: Banyak angkatan kerja terserap di sektor informal yang rentan, tanpa jaminan sosial dan kepastian pendapatan.





Upaya dan Respons Pemerintah Daerah





Menanggapi tantangan ini, pemerintah daerah mulai mengambil langkah strategis. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, telah menandatangani rekomendasi kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2026 sebesar 6,789% menjadi Rp3.990.428, yang diharapkan dapat melindungi daya beli pekerja tanpa memberatkan dunia usaha. Namun, kebijakan upah ini sendiri menuai polemik, di mana massa buruh melakukan unjuk rasa ke Jakarta karena menilai penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) 2026 oleh Pemprov Jabar mengabaikan rekomendasi dan kebutuhan hidup layak.





Di sisi lain, inovasi layanan ketenagakerjaan berbasis digital mulai digencarkan. Pemerintah Kabupaten Bandung (tetangga KBB) baru saja meluncurkan Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital 2026, sebuah platform untuk mempertemukan pencari kerja dengan lowongan secara lebih cepat dan transparan. Bupati Dadang Supriatna juga mendorong perubahan paradigma agar masyarakat tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan, termasuk di sektor pertanian dan kreatif yang berpotensi besar.





Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa prestasi investasi harus dapat ditransformasikan menjadi lapangan kerja bagi warga lokal. Tantangan terbesar ke depan adalah memastikan investasi yang masuk tidak hanya menguntungkan dari segi modal, tetapi benar-benar mampu menyerap tenaga kerja dan mengatasi kesenjangan kompetensi yang menjadi akar persoalan pengangguran di Kabupaten Bandung Barat dan Jawa Barat secara keseluruhan. (**)


Halaman:

Tags

Terkini