ragam

Gaslah, Jurus Baru Bandung Lawan Tumpukan Sampah

Kamis, 5 Februari 2026 | 05:44 WIB


[Locusonline.co] Bandung — Kota Bandung dipaksa untuk melakukan lompatan besar dalam pengelolaan sampah. Menyusul pengurangan kuota pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sebesar 20% atau sekitar 300 ton per hari, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengumumkan strategi baru yang radikal: menjadikan Bandung sebagai kota pertama di Indonesia yang menyelesaikan masalah sampah langsung di tingkat Rukun Warga (RW). Andalan utama strategi ini adalah program Gaslah (Petugas Pemilah) yang akan menjadi ujung tombak di setiap wilayah.





"Kita terancam akan ada tumpukan sampah 300 ton setiap hari. Maka andalan kita adalah wilayah," tegas Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam Siskamling Siaga Bencana ke-81 di Kelurahan Sadang Serang, Rabu (4/2).





Paradigma Baru: "Sampah Hari Ini, Habis Hari Ini"





Farhan menegaskan, Bandung harus keluar dari pola lama yang bertumpu pada pengangkutan dan penumpukan di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Visi barunya adalah pemilahan dan pengolahan mandiri berbasis komunitas.





“Bandung harus jadi kota pertama yang melakukan pemilahan dari rumah dan diselesaikan di RW. Sampah organik harus selesai di RW. Sampah non-organik baru akan diangkut petugas. Kita mau menerapkan sistem: sampah hari ini habis hari ini,” paparnya.





Target ini ambisius namun terukur. Sebagai contoh, di Kelurahan Sadang Serang saja, jika 21 RW masing-masing menghasilkan 25 kilogram sampah organik per hari, maka ada sekitar 525 kilogram yang harus dikelola di tingkat wilayah setiap harinya. Ini menekankan skala tantangan sekaligus peluang yang ada.





Peran Sentral "Gaslah" dan Dukungan Pemkot





Program Gaslah menjadi kunci operasionalisasi strategi ini. Petugas-petugas ini akan bertugas di garda terdepan, memandu warga melakukan pemilahan dari sumbernya dan mengelola proses pengolahan sampah organik di fasilitas RW.





Namun, tantangan infrastruktur diakui masih ada. Tidak semua RW memiliki fasilitas pengolahan yang memadai. Untuk sementara, Pemkot menyiapkan solusi hybrid:


Halaman:

Tags

Terkini