ragam

37 Tahun Menebar Cinta, MHABD Satukan Seniman dan Warga Bandung

Kamis, 12 Februari 2026 | 06:31 WIB



"Fenomena ini berbahaya: yang miskin semakin miskin, yang kaya semakin kaya," tegas Farhan.





Pernyataan ini merupakan pengakuan jujur dari seorang pemimpin bahwa pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berarti keadilan sosial. Di sinilah MHABD memiliki relevansi yang tidak pernah pudar. Ia bukan sekadar acara bagi-bagi bantuan, tetapi momentum kolektif untuk "mengusik tidur" mereka yang berkecukupan agar tergerak oleh realitas ketimpangan di sekelilingnya.





"Kesenjangan sosial harus mengusik tidur kita setiap malam," katanya dengan nada serius.





Kolaborasi Hati dan Logika: Seniman, Pemerintah, dan Masyarakat Sipil





Ketua Yayasan MHABD, Selvi Lusiana, mengungkapkan bahwa kegiatan ini berawal dari niat sederhana: menyampaikan kebaikan melalui hiburan yang dibalut cinta dan kasih sayang.





Kini, setelah 37 tahun, MHABD telah bertransformasi menjadi ekosistem filantropi dengan beragam program sosial berkelanjutan:






  • Mapak Munggah Ramadan dan Jumat Berkah (berbagi berkala)




  • Rumah Tahfiz Quran




  • Donasi bencana




  • Pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis




  • Program kemandirian masyarakat melalui pelatihan keterampilan





Kehadiran para seniman legendaris seperti Sam Bimbo dan Jaka Bimbo menjadi roh dari acara ini. Farhan menyebutnya sebagai "kolaborasi hati dan logika" yang menghasilkan "cinta yang hangat dari Kota Bandung."





Pendopo: Dari Ruang Kekuasaan Menjadi Rumah Kebersamaan





MHABD ke-37 sekali lagi menegaskan fungsi Pendopo Kota Bandung yang telah bergeser. Bangunan bersejarah ini tidak lagi menjadi simbol kekuasaan yang eksklusif dan tertutup. Ia telah bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, inklusif, dan berdenyut oleh denyut nadi warganya—dari anak yatim, lansia, seniman, hingga pejabat publik, semuanya duduk setara.





Hadirnya Wali Kota Bandung Periode 2003-2013, Dada Rosada, beserta istri menambah dimensi historis, menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah simpul yang menyatukan lintas generasi kepemimpinan.

Halaman:

Tags

Terkini