Pencapaian ini sekaligus menjadi tonggak sejarah karena Puskesmas Cilawu merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama pertama di lingkungan Dinkes Garut yang berhasil meraih predikat WBK.
"Sebenarnya sudah beberapa puskesmas yang kami ajukan dan semua berproses. Alhamdulillah, kini Puskesmas Cilawu yang pertama lolos. Tahun depan kami targetkan RSUD dan beberapa puskesmas lain menyusul," jelas dr. Leli.
Komitmen dari Garda Terdepan Pelayanan
Kepala UPT Puskesmas Cilawu, dr. Titi Sari, tidak menyembunyikan kebahagiaannya. Ia menyebut keberhasilan ini adalah buah dari kerja tim dan dukungan penuh pimpinan daerah.
"Kami melayani masyarakat, ingin meningkatkan mutu pelayanan, dan yang paling utama: mengedepankan nilai-nilai antikorupsi di setiap prosesnya. Ini komitmen kami," ungkapnya.
Ia berharap predikat WBK ini tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam budaya kerja sehari-hari di Puskesmas Cilawu.
Mengapa Ini Penting bagi Masyarakat Garut?
Predikat WBK bukanlah sekadar label prestisius. Bagi masyarakat, capaian ini memiliki dampak konkret:
✅ Pelayanan lebih cepat dan transparan — Tidak ada lagi pungutan liar atau praktik percaloan.
✅ Kepastian hukum dan prosedur — Masyarakat mendapatkan hak layanan sesuai standar.
✅ Pencegahan korupsi sistemik — Membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
✅ Efek domino ke unit lain — Menjadi motivasi bagi SKPD dan puskesmas lain untuk berbenah.
Roadmap Menuju 2029: Dari WBK ke WBBM, dari Cilawu ke Seluruh Garut
Pemerintah Kabupaten Garut tidak ingin berpuas diri. Dengan target 50% UKPP masuk Zona Integritas pada 2029, langkah-langkah strategis telah disiapkan: