Prestasi Bersejarah di Sektor Kesehatan Garut
[Locusonline.co] Pemerintah Kabupaten Garut kembali menorehkan pencapaian membanggakan di tingkat nasional. Melalui ajang SAKIP dan ZI Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian PANRB secara virtual pada Rabu (11/2/2026), UPT Puskesmas Cilawu secara resmi dianugerahi predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang mengikuti acara dari Gedung Command Center, menyambut gembira capaian ini. Ia menegaskan bahwa predikat WBK bukan sekadar piala penghargaan, melainkan cerminan komitmen kolektif dalam membangun birokrasi yang bersih dan melayani.
"Kita berharap ke depan semakin banyak lagi unit kerja yang mengikuti jejak Puskesmas Cilawu. Ini adalah best practice yang patut dicontoh," ujar Bupati.
Target Ambisius: 50% UKPP Masuk Zona Integritas pada 2029
Inspektur Daerah Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, memaparkan bahwa capaian ini merupakan bagian dari peta jalan reformasi birokrasi yang telah disusun secara sistematis. Dengan tambahan Puskesmas Cilawu, Kabupaten Garut kini memiliki dua unit berpredikat WBK, setelah sebelumnya Disdukcapil meraih penghargaan serupa.
Namun, pemerintah daerah tidak berhenti di sini. Target jangka menengah telah ditetapkan:
| Indikator | Target 2029 | Capaian Saat Ini |
|---|---|---|
| Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) berpredikat WBK/WBBM | >50% | 2 unit (WBK) |
| Kenaikan Kelas Predikat | Dari WBK ke WBBM | Dalam proses |
"Semua UKPP akan kita dorong untuk mengikuti penilaian KemenPANRB. Target kami, hingga 2029 lebih dari 50 persen unit pelayanan publik di Garut meraih predikat WBK, bahkan naik kelas menjadi WBBM," tegas Didit.
Puskesmas Cilawu: Tiga Tahun Berproses, Akhirnya Lolos Nasional
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru. Menurutnya, Puskesmas Cilawu telah melalui proses panjang selama tiga tahun—mulai dari pembenahan internal, penguatan sistem, hingga penilaian ketat dari tim evaluator pusat.