Relokasi UMKM dan Wajah Baru Cihampelas
Salah satu konsekuensi sosial terbesar dari pembongkaran ini adalah nasib pedagang. Pemkot Bandung telah memastikan bahwa PKL yang sebelumnya berjualan di atas skywalk akan direlokasi ke area bawah Jembatan Pasupati .
Farhan menargetkan kawasan baru ini tidak sekadar menjadi tempat berjualan, tetapi destinasi kuliner yang tertata. "Para pelaku UMKM akan kita arahkan ke bawah nanti. Kita sediakan tempat khusus. Nanti kita jadikan salah satu tempat wisata kuliner lah," ujarnya .
Pertanyaan besar: Akankah omset pedagang pulih seperti saat berjualan di atas? Ini tantangan yang hanya bisa dijawab setelah eksekusi dan pembenahan kawasan benar-benar tuntas.
Mengembalikan "Mahkota Hijau" Cihampelas
Lebih dari sekadar membongkar bangunan bermasalah, Farhan menawarkan visi romantik tentang Jalan Cihampelas. Bukan lagi "kolong jembatan" yang gelap dan sumpek, tetapi boulevard hijau dengan pepohonan rindang yang megah dan majestic.
"Makanya, kita akan kembalikan dulu ekosistem Jalan Cihampelas dengan pohon-pohon peneduhnya. Istilahnya itu yang megah, magnificent, majestic. Jadi kalau orang jalan kaki di bawah pepohonan, terasa keindahannya. Sekarang kan rasanya seperti berjalan di kolong jembatan," ungkap Farhan .
Trotoar kiri-kanan saat ini sedang dibenahi, termasuk pemasangan lampu penerangan yang lebih terang. Beautifikasi menjadi kata kunci untuk mentransformasi kawasan yang dulu ikonik, sempat redup, dan kini hendak dihidupkan kembali dengan wajah baru.
Apa yang Membuat Pendekatan Bandung Berbeda?
1. Dari "Proyek" ke "Proses"
Banyak daerah mengejar pemotongan pita, bukan kepatuhan. Bandung, di bawah Farhan, justru menghentikan langkah, mundur ke belakang, dan merapikan administrasi terlebih dahulu. Ini langkah yang tidak populer secara elektoral, tetapi sangat bertanggung jawab secara hukum.